Senin, 03 NOVEMBER 2025 • 23:54 WIB

USK Tegas Lawan Pengaruh LGBT dan Seks Bebas Lewat Forum IGIF 2025

Author

Rektor USK Prof. Marwan membuka Forum IGIF 2025 di Gedung AAC Dayan Dawood. Acara ini jadi ajang edukasi moral bagi mahasiswa agar terhindar dari pengaruh LGBT, seks bebas, dan NAPZA. (Dok : USK)

ACEH - Universitas Syiah Kuala (USK) mengimbau mahasiswa untuk lebih waspada terhadap pengaruh perilaku LGBT, seks bebas, serta dukungan terhadap penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif). Edukasi ini disampaikan dalam kegiatan Indonesian Gender & Inclusion Forum (IGIF) 2025 yang digelar di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, pada Minggu (2/11/2025).

Forum IGIF 2025 digagas oleh Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan BEM USK bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Aceh, Sekolah Keluarga SAMARA, dan Forum Dakwah Perbatasan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap isu sosial dan moral di lingkungan kampus, khususnya dalam mencegah perilaku menyimpang yang dapat merusak masa depan generasi muda.

Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, dalam sambutannya menegaskan bahwa fenomena LGBT dan perilaku amoral bukanlah hal baru, melainkan telah terjadi sejak zaman Nabi Luth dan dilarang secara tegas dalam ajaran agama. Ia menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan beretika di kampus.

“Kami ingin mahasiswa USK tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat secara moral dan berintegritas. Universitas mempunyai tanggung jawab untuk membina dan melindungi mahasiswa dari perilaku yang menyimpang dari fitrah,” ujar Prof. Marwan.

Baca juga: USK dan Baitul Mal Aceh Buka Peluang Pemuda Aceh Magang dan Kerja di Jepang

Rektor juga mengingatkan bahwa kampus telah memiliki kode etik dan mekanisme pelaporan bagi kasus pelanggaran moral, termasuk perilaku LGBT. Ia menekankan pentingnya peran seluruh sivitas akademika dalam upaya pencegahan serta pembinaan bagi mahasiswa yang terlibat kasus serupa.

Sementara itu, Ketua Panitia IGIF 2025, Delfina Bunga Zalia, menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari keprihatinan atas meningkatnya kasus perubahan perilaku dan pelanggaran moral di kalangan mahasiswa.

“Melalui forum ini, kami berharap dapat mendorong lahirnya kebijakan dan gerakan nyata dalam melindungi generasi muda dari pengaruh negatif,” ungkap Delfina.

Forum IGIF menghadirkan dua narasumber utama, yaitu dr. Dewi Inong Irana, Sp.DVE, FINSDV, FAADV, dan Ustaz Bendri Jaisyurrahman.

Dalam materinya, dr. Dewi Inong menjelaskan dari perspektif kesehatan bahwa perilaku seks bebas dan hubungan sesama jenis berisiko tinggi terhadap penularan penyakit menular seksual (IMS) dan HIV/AIDS. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, menjauhi pornografi, serta menghindari perilaku seksual di luar pernikahan.

Sementara itu, Ustaz Bendri Jaisyurrahman memaparkan pandangan Islam mengenai LGBT dengan menegaskan bahwa perilaku tersebut merupakan penyimpangan dari fitrah manusia. Ia mengingatkan mahasiswa agar berhati-hati terhadap pengaruh budaya liberal dan media sosial yang semakin menormalisasi perilaku menyimpang di kalangan remaja.

Kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta aktif berdiskusi, terutama terkait langkah-langkah pencegahan serta peran keluarga dan lembaga pendidikan dalam membentengi generasi muda dari pengaruh LGBT dan seks bebas.

Melalui IGIF 2025, USK menegaskan kembali komitmennya dalam membangun generasi muda yang sehat, berkarakter, dan berakhlak mulia — sejalan dengan visi universitas untuk mewujudkan kampus yang unggul secara akademik sekaligus kuat secara moral.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: USK

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU