Rabu, 07 JANUARI 2026 • 22:16 WIB

Pemprov Aceh Usul Bantuan Tunai Rp8 Juta untuk Korban Bencana

Author

Wagub Aceh Fadhlullah mendorong pemerintah pusat segera menyalurkan bantuan bagi korban banjir dan longsor demi menjaga keberlangsungan hidup pengungsi. (Dok : Humas Aceh)

ACEH - Pemerintah Aceh meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian bersama Kementerian Sosial (Kemensos) RI untuk segera menyalurkan bantuan bagi korban bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh.

Permintaan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah atau yang akrab disapa Dek Fad, dalam rapat virtual bersama jajaran pemerintah pusat, Selasa (6/1/2026). Rapat ini dipimpin oleh Mendagri Tito Karnavian dan turut dihadiri Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir, serta Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.

Dalam rapat tersebut, Pemerintah Aceh mengusulkan skema bantuan yang bersifat komprehensif bagi masyarakat terdampak bencana. Untuk kepala keluarga yang rumahnya mengalami rusak berat atau hilang, diusulkan bantuan tunai sebesar Rp8 juta. Bantuan ini dirinci menjadi Rp3 juta untuk pengadaan perabot rumah tangga dan Rp5 juta sebagai modal awal pemulihan ekonomi keluarga.

Selain itu, Pemerintah Aceh juga mengusulkan pemberian Jaminan Hidup (Jadup) bagi korban bencana sebesar Rp15 ribu per jiwa per hari, atau setara Rp450 ribu per bulan. Sementara bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarganya akibat bencana, diusulkan santunan duka sebesar Rp15 juta yang diberikan secara tunai kepada ahli waris.

Baca juga: Pemulihan Pascabanjir Aceh, Wagub Usul Bantuan Rumah Rp98 Juta

Dek Fad menegaskan bahwa bantuan jaminan hidup tersebut harus diprioritaskan bagi warga yang hingga kini masih bertahan di tenda-tenda pengungsian.

“Bantuan jaminan hidup ini akan diberikan selama tiga bulan secara tunai kepada masing-masing kepala keluarga, disesuaikan dengan jumlah anggota keluarganya,” jelas Dek Fad.

Senada dengan itu, Sekda Aceh M. Nasir menilai bantuan tersebut sangat krusial untuk menjaga kelangsungan hidup masyarakat di tengah kondisi sulit pascabencana.

“Bantuan Rp450 ribu per orang setiap bulannya dinilai sangat dibutuhkan oleh korban untuk memenuhi kebutuhan pokok harian,” ujar M. Nasir usai rapat.

Sementara itu, Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan bahwa pihaknya akan segera melakukan kajian mendalam terhadap usulan yang diajukan Pemerintah Aceh. Ia menegaskan, validitas dan akurasi data menjadi faktor utama dalam penyaluran bantuan.

“Kami akan pelajari terlebih dahulu. Pastinya, bantuan akan disalurkan dengan skema by name by address untuk memastikan semuanya tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar membutuhkan,” pungkas Gus Ipul.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Aceh

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU