Kamis, 22 JANUARI 2026 • 23:59 WIB

Status Bencana Naik: Gayo Lues Masuk Fase Pemulihan, Akses Jalan Masih Terbatas

Author

Pemda Gayo Lues umumkan status bencana naik ke fase pemulihan, akses jalan perlahan dibuka, pasokan kebutuhan dasar membaik, dan warga berharap huntara segera terwujud. (Dok : Bener Meriah)

ACEH - Pemerintah Kabupaten Gayo Lues resmi menaikkan status penanganan bencana dari tanggap darurat menjadi transisi menuju pemulihan. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Koordinasi Peralihan Penanggulangan Bencana Alam Hidrometeorologi Transisi Menuju Pemulihan yang digelar di Umah Pitu Ruang, Kamis (22/1/2026).

Rakor dibuka oleh Plt. Sekretaris Daerah, dr. Nevirizal, M.Kes., MH, dan dihadiri unsur Forkopimda, para staf ahli bupati, asisten Setdakab, Danyon TP-855, para kepala SKPK, serta para kabag Setdakab Gayo Lues.

Dalam laporannya, Sekda memaparkan bahwa pemulihan infrastruktur dasar masih berlangsung, termasuk pasokan listrik di sejumlah desa. Kondisi jaringan internet juga mulai membaik, meski belum stabil sepenuhnya.

“Jaringan internet sudah dapat menjangkau sebagian besar wilayah Kabupaten Gayo Lues, namun tergantung situasi. Jika ada hujan dan longsor, ini akan terganggu,” jelasnya.

Baca juga: Bener Meriah Gaspol! JITUPASNA & R3P Resmi Ditandatangani untuk Pemulihan Pascabencana

Ia turut melaporkan bahwa ketersediaan BBM di SPBU relatif membaik meski masih terbatas. Hal serupa terjadi pada pasokan gas elpiji yang mulai normal, tetapi belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan warga sehingga antrean masih terlihat.

Untuk kebutuhan pangan, rantai pasokan disebutkan sudah kembali menjangkau daerah-daerah terpencil. Namun akses jalan nasional Blangkejeren–Kutacane dan Blangkejeren–Takengon masih dalam tahap perbaikan. Jalur ke Takengon bahkan masih didominasi kendaraan roda dua.

Ke wilayah timur, jalan provinsi masih belum bisa dilalui dan baru mencapai kawasan Pining dengan medan yang sangat berat. Sementara akses menuju Abdya relatif lebih baik dan bisa dilalui kendaraan roda dua, roda empat, maupun roda enam.

Sekda juga menambahkan bahwa sebagian besar pengungsi telah berani kembali ke rumah. Namun warga yang kehilangan tempat tinggal berharap hunian sementara (huntara) segera dibangun dan berlokasi dekat dengan lahan usaha mereka.

“Atas pertimbangan kondisi di atas, kami merasa waktunya untuk beralih ke transisi menuju pemulihan, yang dalam jenjang kebencanaan merupakan pilihan tahapan menuju pemulihan,” ujar Sekda.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Siaran Pers

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU