ACEH - Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal secara resmi melepas dan menyerahkan personel Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) ke sejumlah kecamatan di Banda Aceh. Apel pelepasan tersebut digelar di Halaman Balai Kota, Jumat (27/2/2026).
Penyerahan personel dilakukan Kepala Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh, M. Rizal, kepada para camat dari enam kecamatan, yakni Baiturrahman, Kuta Alam, Syiah Kuala, Banda Raya, Lueng Bata, dan Meuraxa. Kegiatan itu turut disaksikan Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah.
Hadir pula Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Jalaluddin, para asisten, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh.
Puluhan personel yang terbagi dalam beberapa regu mengikuti apel dan menerima arahan langsung dari wali kota. Setiap kecamatan akan ditempatkan satu regu beranggotakan 10 personel yang dilengkapi satu unit kendaraan patroli guna mendukung operasional di lapangan.
Dalam arahannya, Illiza menyampaikan bahwa apel pelepasan ini memiliki makna strategis dalam memperkuat penyelenggaraan pemerintahan umum, menjaga ketenteraman masyarakat, serta menegakkan qanun dan peraturan daerah di seluruh wilayah kota.
Menurutnya, penempatan personel di tingkat kecamatan merupakan langkah konkret untuk menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, cepat, dan responsif kepada masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya Banda Aceh sebagai “Kota Kolaborasi”.
“Petugas kehadiran di kecamatan harus menjadi jembatan kolaborasi antara pemerintah, aparatur gampong, tokoh agama, tokoh adat, dan seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Baca juga: Illiza Perkuat Soliditas Forkopimda Lewat Buka Puasa Bersama di Pendopo
Illiza menegaskan, tugas Satpol PP dan WH memiliki dasar hukum yang kuat, termasuk dalam membantu kepala daerah menegakkan peraturan daerah serta menjaga ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat.
Dalam konteks kekhususan Aceh, Wilayatul Hisbah juga berperan penting dalam mengawal pelaksanaan syariat Islam sesuai qanun yang berlaku. Meski demikian, ia mengingatkan agar penegakan aturan dilakukan dengan pendekatan humanis dan menyejukkan.
Ia berpesan agar seluruh personel menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan keikhlasan, serta mengedepankan koordinasi dengan camat, unsur muspika, keuchik, tokoh agama, dan masyarakat.
“Kehadiran aparat harus benar-benar dirasakan sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” katanya.
Selain itu, wali kota meminta agar personel mengutamakan pendekatan persuasif, edukatif, dan preventif dalam menjaga ketertiban serta membangun kesadaran masyarakat terhadap aturan.
Ia berharap, dengan penempatan satu regu di setiap kecamatan, penanganan persoalan ketertiban umum, pelanggaran qanun, dan gangguan ketenteraman dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan terukur.
Menutup arahannya, Illiza secara resmi melepas dan menyerahkan personel Satpol PP dan WH kepada masing-masing camat untuk menjalankan tugas pengabdian di wilayahnya.
“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan, kekuatan, serta kemudahan dalam setiap langkah pengabdian,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Diskominfo Banda Aceh