ACEH - Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terus mendorong pelaku ekonomi kreatif untuk meningkatkan inovasi, khususnya dalam pengembangan kuliner khas daerah. Salah satu yang menjadi perhatian adalah dodol Aceh Besar, yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikreasikan agar lebih menarik bagi pasar modern.
Camat Darul Kamal, Husaini, S.Pd., menyampaikan bahwa inovasi menjadi kunci agar kuliner tradisional tetap diminati, terutama oleh generasi muda. Ia mengaku sebagai penggemar dodol dan pernah mencoba produk dengan kemasan menarik yang menyerupai cokelat sehingga praktis dikonsumsi.
“Jadi anak-anak milenial ini bisa suka dengan dodol, disajikan dodol dengan kemasan kekinian dan tentunya juga dengan varian rasa yang beragam,” katanya di Lambaro, Ingin Jaya, Minggu (29/3/2026).
Baca juga: Gedung Pasar Aceh Shopping Center Dibongkar, Banda Aceh Siap Punya Spot Parkir & Kuliner Baru
Menurutnya, pengembangan varian rasa dan tampilan produk yang lebih modern akan menjadi daya tarik tersendiri. Ia juga menyebutkan bahwa di Gampong Empee Trieng, Kecamatan Darul Kamal, telah muncul inovasi dari kalangan anak muda berupa dodol mini dengan berbagai pilihan rasa, seperti original, durian, nanas, ubi ungu, dan pandan.
“Kita punya dodol varian rasa yang telah packaging mini, cocok buat anak millenial, saya rekomendasikan produknya Ar Rahman Kue Aceh, di Empee Trieng kecamatan Darul Kamal,” tuturnya.
Sementara itu, pelaku usaha Ar Rahman Kue Aceh, Arif Setia Rahman, menjelaskan bahwa inovasi dodol dengan varian rasa dan kemasan mini merupakan upaya untuk menjaga eksistensi kuliner tradisional di tengah perkembangan zaman.
“Untuk mendorong agar anak muda dan milenial tetap menyukai dodol, kita ciptakan inovasi model kecil dan varian rasa, dengan harga terjangkau. Silakan dicoba, pasti lagi dan lagi,” pungkas Arif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: MC Aceh Besar