Kamis, 04 JUNI 2026 • 02:28 WIB

USK dan UiTM Malaysia Kolaborasi Kembangkan Produk Olahan Ikan Bernilai Ekonomi di Aceh

Author

Universitas Syiah Kuala bersama Universiti Teknologi MARA (UiTM) Pulau Pinang, Malaysia, melaksanakan Program Community Development International Inbound untuk memperkuat hilirisasi sektor perikanan Aceh. (Dok : USK)
ACEH -
Universitas Syiah Kuala (USK) bersama Universiti Teknologi MARA (UiTM) Pulau Pinang, Malaysia, memperkuat upaya hilirisasi sektor perikanan Aceh melalui Program Community Development International Inbound bertajuk “Pengolahan Serba Ikan untuk Menghasilkan Produk Bernilai Tambah Ekonomi pada Koperasi Fish Jelly Aceh” yang dilaksanakan di Banda Aceh pada Mei 2026.

Program ini bertujuan meningkatkan nilai tambah hasil perikanan sekaligus memperkuat kapasitas usaha masyarakat pesisir melalui penerapan teknologi tepat guna dan kolaborasi internasional.

Sebagai daerah yang memiliki sumber daya laut melimpah, Aceh menyimpan potensi besar di sektor perikanan. Namun, sebagian besar hasil tangkapan masih dipasarkan dalam bentuk segar sehingga nilai ekonomi yang diperoleh pelaku usaha belum optimal. Melalui program tersebut, USK dan UiTM mendorong pengembangan berbagai produk olahan berbasis ikan yang memiliki daya saing lebih tinggi, masa simpan lebih panjang, serta peluang pasar yang lebih luas.

Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Sofia, S.Si., M.Si., bersama tim yang terdiri atas Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si., IPU., ASEAN Eng., Mujiburrahmad, S.P., M.Si., dan Ir. Cut Nilda, S.TP., M.Si. Program tersebut menggandeng Koperasi Fish Jelly Aceh sebagai mitra utama dengan melibatkan mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Fakultas Pertanian USK, serta mahasiswa Fakulti Kejuruteraan Kimia UiTM Pulau Pinang.

Menurut Dr. Sofia, program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas usaha pengolahan ikan melalui pendekatan yang terintegrasi. Upaya tersebut mencakup peningkatan teknologi produksi, penerapan standar mutu dan keamanan pangan, inovasi kemasan, pemasaran digital, hingga penguatan manajemen usaha koperasi.

Baca juga: USK dan Kedubes Iran Jajaki Kerja Sama Akademik, Fokus Pertukaran Mahasiswa dan Riset

“Pengembangan produk olahan ikan tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi hasil perikanan, tetapi juga membuka peluang usaha baru, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir,” ujarnya.

Sebagai bagian dari program, tim pengabdian menyerahkan bantuan berupa mesin penggiling daging dan mesin pengaduk abon kepada Koperasi Fish Jelly Aceh. Pemanfaatan teknologi tepat guna tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi, menjaga konsistensi kualitas produk, serta memperkuat kapasitas usaha dalam memenuhi kebutuhan pasar.

Selain itu, tim juga mendampingi penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) produksi guna mendukung penerapan standar mutu dan keamanan pangan yang lebih baik.

Para peserta turut mendapatkan pelatihan terkait desain kemasan, pemasaran digital, dan manajemen usaha. Melalui pelatihan tersebut, koperasi didorong untuk mengembangkan sistem usaha yang lebih profesional, mulai dari pengelolaan produksi dan keuangan hingga strategi pemasaran yang mampu menjangkau pasar lebih luas.

Kolaborasi dengan UiTM Pulau Pinang juga menghadirkan inovasi dalam pemanfaatan limbah perikanan menjadi produk bernilai ekonomi. Limbah sisik ikan diolah menjadi ekstrak kalsium, sementara limbah tulang, kepala ikan, dan bagian lainnya dimanfaatkan sebagai bahan baku nutrisi tanaman serta pupuk organik ramah lingkungan.

Inovasi tersebut mendukung penerapan prinsip ekonomi sirkular sekaligus mengurangi limbah yang dihasilkan dari proses produksi.

Melalui sinergi antara akademisi, mahasiswa, koperasi, dan mitra internasional, program ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk perikanan Aceh, membuka peluang usaha baru, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Program ini juga menjadi contoh nyata bagaimana potensi lokal dapat dikembangkan secara berkelanjutan melalui dukungan ilmu pengetahuan, teknologi, dan jejaring kerja sama global.

Kegiatan tersebut turut berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals atau SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).

Program Community Development International Inbound ini terlaksana atas dukungan pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Program EQUITY berdasarkan Kontrak Nomor 4318/B3/DT.03.08/2025 dan Nomor 491/UN11/HK.02.06/2025.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: USK

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU