ACEH - Kedutaan Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia menjajaki peluang penguatan kerja sama akademik dengan Universitas Syiah Kuala (USK). Komitmen tersebut disampaikan Konselor Kebudayaan Republik Islam Iran di Indonesia, Dr. Yahya Jahangiri, dalam kunjungan kerjanya ke USK di Banda Aceh, Kamis (22/5/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Dr. Yahya Jahangiri diterima oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH, di ruang kerjanya.
Pada pertemuan itu, Yahya Jahangiri mengungkapkan bahwa saat ini hampir 200 mahasiswa Indonesia sedang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Iran. Menurutnya, jumlah tersebut menunjukkan tingginya minat mahasiswa Indonesia terhadap sistem pendidikan tinggi di negara tersebut.
“Namun di sisi lain, jumlah mahasiswa Iran yang belajar di Indonesia masih relatif sedikit. Karena itu kami berharap hubungan akademik ini dapat berkembang lebih seimbang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemerintah Iran menargetkan peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia yang melanjutkan studi ke negaranya hingga mencapai sekitar 250 orang pada tahun mendatang. Sementara itu, jumlah mahasiswa Iran yang menempuh pendidikan di Indonesia juga diharapkan meningkat menjadi sekitar 40 orang.
Menurut Yahya, hubungan akademik antara Indonesia dan Iran selama ini terus berkembang melalui berbagai program, mulai dari pertukaran mahasiswa, kerja sama penelitian, hingga forum pendidikan internasional yang rutin diselenggarakan di Iran setiap tahun. Forum tersebut melibatkan universitas dan perwakilan pemerintah dari sekitar 40 hingga 50 negara untuk membahas penguatan kolaborasi pendidikan di tingkat global.
Dalam kesempatan yang sama, Yahya juga menyoroti potensi Aceh sebagai salah satu pusat pengembangan pendidikan dan teknologi di Indonesia. Ia menilai kualitas pendidikan serta jejaring internasional yang dimiliki USK menjadi modal penting dalam mempererat hubungan akademik kedua negara.
Baca juga: USK Serahkan Motor Baru untuk Satpam Korban Kericuhan Antar Mahasiswa
“Kami berharap kerjasama ini tidak hanya dalam bentuk pendidikan jangka panjang, tetapi juga kursus singkat, pelatihan, pertukaran dosen, hingga kolaborasi riset antaruniversitas,” katanya.
Sementara itu, Dr. Rina Suryani Oktari memaparkan perkembangan program internasionalisasi pendidikan yang terus dilakukan USK, khususnya pada bidang kesehatan dan kedokteran. Ia menyebutkan bahwa Fakultas Kedokteran USK menjadi salah satu fakultas dengan jumlah mahasiswa internasional terbesar di Indonesia.
“Saat ini terdapat lebih dari 70 mahasiswa asing yang belajar di fakultas kedokteran, mayoritas berasal dari Thailand, namun ada juga dari Korea dan beberapa negara lainnya,” ujar Rina.
Ia menjelaskan, USK memiliki berbagai program pendidikan di bidang medis dan kesehatan yang didukung oleh puluhan departemen serta program spesialisasi. Kehadiran mahasiswa internasional juga diperkuat melalui berbagai skema beasiswa, baik yang berasal dari universitas maupun pemerintah negara asal mahasiswa.
Selain membahas pendidikan kedokteran dan kesehatan masyarakat, kedua pihak turut mendiskusikan peluang kerja sama pada bidang teknik, ekonomi, publikasi ilmiah, serta pengembangan jurnal internasional.
“Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat hubungan akademik yang lebih strategis dan berkelanjutan antara USK dan institusi pendidikan tinggi di Iran. Baik melalui pertukaran mahasiswa, mobilitas dosen, maupun kolaborasi penelitian internasional,” ucap dr. Okta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: USK