ACEH - Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terus berupaya memperkuat perekonomian masyarakat dan meningkatkan produktivitas sektor pertanian melalui berbagai program strategis. Salah satu langkah yang kini dipersiapkan adalah pembangunan pasar rakyat serta penguatan infrastruktur pendukung pertanian di Kecamatan Baitussalam.
Untuk memastikan rencana tersebut berjalan sesuai kebutuhan masyarakat, Bupati Aceh Besar, Muharram Idris atau yang akrab disapa Syech Muharram, meninjau langsung lokasi rencana pembangunan pasar rakyat serta waduk dan sumber air persawahan di Gampong Neuheun, Kecamatan Baitussalam, Senin (22/6/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Syech Muharram menjelaskan bahwa pemerintah daerah tengah mengkaji pembangunan pasar rakyat yang nantinya diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat di Kecamatan Baitussalam dan Kecamatan Mesjid Raya.
Menurutnya, lokasi yang ditinjau merupakan lahan milik pemerintah yang telah dibebaskan dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pasar tradisional yang representatif bagi masyarakat setempat.
“Hari ini kami meninjau lokasi untuk pasar. Ada tanah pemerintah yang sudah dibebaskan dan direncanakan akan dibangun pasar tradisional atau pasar rakyat untuk warga Baitussalam dan Masjid Raya nantinya,” ujarnya.
Ia mengatakan, saat ini pemerintah masih melakukan survei dan kajian teknis sebelum menyusun perencanaan pembangunan secara menyeluruh. Setelah proses tersebut rampung, pemerintah akan mencari sumber pendanaan agar pembangunan dapat segera direalisasikan.
“Ini masih kita survei dulu sebelum kita membuat rencana matang untuk pembangunan. Nanti akan kita cari sumber anggaran agar bisa kita bangun dan cepat terealisasi untuk menghidupkan perekonomian masyarakat,” katanya.
Selain meninjau lokasi pasar rakyat, Bupati juga melihat secara langsung kondisi waduk dan sumber air yang selama ini menjadi penopang irigasi lahan pertanian di kawasan tersebut.
Dari hasil peninjauan, ditemukan bahwa ketersediaan air di wilayah Neuheun tergolong melimpah dan memiliki potensi besar untuk mendukung peningkatan hasil pertanian. Namun, terdapat kendala pada sistem distribusi air akibat posisi pintu air yang lebih tinggi sehingga aliran air ke area persawahan belum berjalan optimal.
“Tadi kami meninjau waduk. Sumber airnya sangat bagus, namun pintu airnya sedikit bermasalah karena letaknya lebih tinggi sehingga membutuhkan pompa untuk bisa mengalirkan udara ke daerah persawahan,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, lanjut Muharram, akan berupaya membantu petani mengatasi persoalan tersebut agar produktivitas lahan dapat meningkat dan petani memiliki peluang untuk melakukan panen lebih dari satu kali dalam setahun.
“Kita akan membantu masyarakat di sini agar nantinya petani bisa panen dua kali dalam setahun,” ujar Bupati Aceh Besar yang selama ini melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui sektor pertanian.
Ia menyebutkan, terdapat sekitar 42 hektare lahan tadah hujan yang berpotensi ditingkatkan produktivitasnya apabila sistem irigasi dapat diperbaiki. Selain itu, terdapat sekitar 12 hektare lahan yang berada di lokasi lebih tinggi dan masih sangat bergantung pada curah hujan.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah daerah berencana mengusulkan pembangunan sumur bor sebagai sumber air alternatif bagi lahan yang belum terjangkau jaringan irigasi utama.
“Ada lahan tadah hujan sekitar 42 hektare dan ada juga lahan yang lebih tinggi sekitar 12 hektare yang masih mengandalkan hujan udara. Mudah-mudahan nanti kita bisa menyarankan sumur bor agar air dapat mengalir ke lahan tersebut dan bisa terealisasi tahun ini,” harapnya.
Baca juga: Panen Lele Bioflok 359 Kg, Kelompok Binaan DP2KP Bukti Teknologi Tingkatkan Produktivitas
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Besar, Syahrial Amanullah, menjelaskan bahwa hasil observasi lapangan menunjukkan terdapat sekitar 12 hingga 13 hektare lahan yang menjadi prioritas untuk mendapatkan tambahan pasokan air dari kawasan embung.
Menurutnya, pembangunan satu unit sumur bor dinilai cukup efektif untuk membantu mengairi lahan pertanian yang selama ini mengalami keterbatasan pasokan air.
“Hasil kunjungan bersama Pak Bupati tadi, kami melihat ada sekitar 12 sampai 13 hektare lahan yang akan dialirkan air dari embung tersebut. Untuk mengatasinya, kami mencobakan satu sumur bor yang mampu mengairi hingga 15 hektare lahan pertanian,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Muharram Idris juga mengingatkan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga sarana dan prasarana yang telah dibangun pemerintah. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan dan kepedulian masyarakat.
“Saya berharap kelompok petani dan masyarakat petani proaktif. Ketika ada saluran yang tersumbat, segera dibersihkan dan jangan dibiarkan. Pemerintah sudah membangun, maka masyarakat juga harus menjaga agar pemanfaatannya berkelanjutan dan tetap terpelihara dengan baik,” tegasnya.
Melalui pembangunan pasar rakyat dan penguatan infrastruktur pertanian tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berharap dapat mendorong lahirnya pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui ketersediaan air yang lebih memadai dan berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: MC Aceh Besar