Kamis, 23 JULI 2026 • 12:21 WIB

Tak Hanya Berobat, Pasien RSGM USK Bakal Dapat Bimbingan Spiritual dari Kemenag

Author

Kepala Kemenag Kota Banda Aceh bersama jajaran RSGM Universitas Syiah Kuala menandatangani perjanjian kerja sama pendampingan rohani bagi pasien. (Dok : Kemenag Aceh)
ACEH -
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banda Aceh terus memperkuat layanan pembinaan keagamaan melalui kolaborasi dengan berbagai lembaga. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Universitas Syiah Kuala (USK), yang berlangsung di ruang kerja Kepala Kantor Kemenag Kota Banda Aceh, Senin (20/7/2026).

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banda Aceh, Dr. H. Salman, S.Pd., M.Ag., didampingi Kasubbag Tata Usaha Kusnadi, S.Ag., M.A., serta Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Dr. H. Akhyar, S.Ag., M.Ag.

Dari pihak RSGM USK, kegiatan tersebut dihadiri Direktur Dr. drg. Poppy Andriany, M.Kes., bersama Wakil Direktur I Dr. drg. Dewi Saputri, Sp.Perio. Turut hadir Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Banda Aceh, Hj. Rosmiati, S.Ag., M.Sos., beserta jajaran pengurus.

Melalui kerja sama tersebut, Kemenag Kota Banda Aceh akan menghadirkan layanan pendampingan rohani bagi pasien RSGM USK dengan melibatkan penyuluh agama. Program ini tidak hanya berfokus pada pemberian edukasi dan bimbingan keagamaan kepada pasien, tetapi juga mencakup pembekalan bagi mahasiswa koas mengenai pentingnya pendekatan spiritual dalam pelayanan kesehatan.

Ke depan, ruang lingkup kerja sama tersebut direncanakan akan terus dikembangkan sesuai kebutuhan kedua institusi.

Baca juga: Kemenag Aceh Dorong Dayah Ramah Anak Lewat Gernas RANA dan Aplikasi AMAN

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banda Aceh, Dr. H. Salman, S.Pd., M.Ag., menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, pelayanan kesehatan akan lebih optimal apabila diiringi dengan dukungan spiritual bagi pasien.

“Kami menyambut baik dan mengapresiasi kerja sama ini. Pendampingan rohani merupakan bagian penting dalam proses penyembuhan pasien. Selain mendapatkan perawatan medis, pasien juga membutuhkan dukungan spiritual agar lebih tenang, optimis, dan kuat menjalani pengobatan. Kami berharap sinergi ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” ujar Salman.

Sementara itu, Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Kota Banda Aceh, Dr. H. Akhyar, S.Ag., M.Ag., menilai kerja sama tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas peran penyuluh agama dalam pelayanan kepada masyarakat, khususnya di lingkungan fasilitas kesehatan.

“Melalui kerja sama ini, penyuluh agama akan hadir memberikan bimbingan dan penguatan spiritual kepada pasien. Kami akan berkoordinasi dengan IPARI Kota Banda Aceh agar program pendampingan rohani dapat berjalan secara terjadwal, terarah, dan berkelanjutan. Harapannya, pelayanan yang menyentuh aspek lahir dan batin ini mampu memberikan ketenangan bagi pasien serta mendukung proses penyembuhan mereka,” ungkap Akhyar.

Sebagai tindak lanjut dari kerja sama tersebut, IPARI Kota Banda Aceh akan menyusun jadwal pelaksanaan serta materi pendampingan rohani bagi pasien RSGM USK. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat implementasi program sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat.

Kolaborasi antara Kemenag Kota Banda Aceh dan RSGM USK menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan kesehatan yang tidak hanya berorientasi pada aspek medis, tetapi juga memperhatikan kebutuhan spiritual pasien sebagai bagian dari proses penyembuhan yang menyeluruh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kemenag Aceh

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU