Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 23 JULI 2026 • 02:02 WIB

Bunda Literasi Aceh Besar: Literasi Harus Jadi Budaya, Bukan Sekadar Seremoni

Bunda Literasi Aceh Besar: Literasi Harus Jadi Budaya, Bukan Sekadar SeremoniBunda Literasi Kabupaten Aceh Besar, Rita Mayasari mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan literasi sebagai budaya yang tumbuh di keluarga, sekolah, dan lingkungan. (Dok : MC Aceh Besar)
ACEH -
Bunda Literasi sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Aceh Besar, Hj Rita Mayasari, menegaskan bahwa gerakan literasi tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi harus tumbuh menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan masyarakat. Hal itu disampaikannya saat menutup Festival Literasi Kabupaten Aceh Besar 2026 yang dirangkai dengan pelantikan Pengurus Bunda Literasi Kabupaten Aceh Besar Periode 2026–2031 di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Besar, Kota Jantho, Rabu (22/7/2026).

Menurut Rita Mayasari, keberhasilan membangun budaya literasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun perpustakaan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, hingga lingkungan sekitar.

“Festival ini bukan sekadar ajang perlombaan. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana semangat membaca, belajar, dan berkarya terus hidup setelah kegiatan ini berakhir. Literasi harus menjadi kebiasaan sehari-hari dan menjadi budaya yang mengakar di tengah masyarakat,” ujar Rita Mayasari.

Ia menilai budaya literasi akan melahirkan generasi yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk terus menghidupkan aktivitas literasi di setiap gampong, sekolah, maupun ruang-ruang publik.

“Saya mengajak semua pihak untuk bersama-sama membangun ekosistem literasi yang kuat. Jadikan membaca sebagai kebutuhan, menulis sebagai kebiasaan, dan belajar sebagai bagian dari kehidupan kita setiap hari,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Rita Mayasari juga menyerahkan hadiah kepada para pemenang berbagai perlombaan sekaligus melantik Pengurus Bunda Literasi Kabupaten Aceh Besar Periode 2026–2031.

Festival Literasi Kabupaten Aceh Besar 2026 yang berlangsung sejak Senin (20/7/2026) diikuti pelajar dan pegiat literasi dari berbagai wilayah di Aceh Besar. Beragam kompetisi digelar untuk mendorong minat baca dan kreativitas peserta, seperti lomba bertutur tingkat SD/MI, lomba baca puisi tingkat SMA/sederajat, lomba lacak pustaka, serta pameran produk perpustakaan gampong berbasis Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS).

Baca juga: CFD Jadi Ajang Literasi, Dispersip Banda Aceh Hadirkan Perpustakaan Keliling

Rita juga menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus Bunda Literasi yang baru dilantik. Ia berharap amanah tersebut dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab melalui program-program yang mampu memperluas gerakan literasi hingga ke tingkat gampong.

“Pengurus baru saya diperkirakan mampu menjadi penggerak literasi di setiap wilayah. Mari kita hadirkan program-program yang menyentuh masyarakat sehingga budaya membaca dan belajar semakin berkembang di Aceh Besar,” tuturnya.

Lebih lanjut, Rita menegaskan bahwa Festival Literasi menjadi salah satu upaya untuk membangkitkan minat baca sekaligus memberikan ruang bagi pelajar dan masyarakat menyalurkan kreativitas di bidang literasi.

“Kami berharap Festival Literasi mampu menjadi pemantik lahirnya generasi yang gemar membaca, gemar belajar, dan mampu berpikir kritis. Literasi harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, tidak hanya dirayakan dalam sebuah kegiatan, tetapi benar-benar menjadi budaya yang tumbuh di keluarga, sekolah, dan masyarakat,” pungkas Rita Mayasari.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Pokja Bunda Literasi/PAUD Aceh Besar Hj Nurul Fazli SAg, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh Besar Nurbaiti, jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, kepala sekolah, pegiat literasi, peserta lomba, serta masyarakat yang memadati lokasi penutupan festival.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: MC Aceh Besar

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Bunda Literasi Aceh Besar: Literasi Harus Jadi Budaya, Bukan Sekadar Seremoni

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!