Lokasi Kerkhof Peucut yang bersebelahan dengan Museum Tsunami. (Dok : pribadi)
ACEH - Aceh dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki jejak sejarah panjang di Nusantara. Selain menjadi pintu masuk penyebaran Islam di Indonesia, provinsi paling barat ini juga menyimpan banyak situs cagar budaya yang masih berdiri kokoh hingga sekarang. Beragam peninggalan tersebut menjadi saksi perkembangan peradaban, kejayaan Kesultanan Aceh Darussalam, hingga perjalanan sejarah bangsa.
Keberadaan situs-situs cagar budaya di Aceh tidak hanya bernilai historis, tetapi juga menjadi destinasi wisata edukasi yang menarik untuk dikunjungi. Berikut daftar situs cagar budaya di Aceh yang masih terawat dan memiliki nilai sejarah tinggi.
Situs cagar budaya merupakan aset berharga yang merekam perjalanan sejarah suatu daerah. Melalui bangunan, makam, benteng, hingga museum, masyarakat dapat mempelajari berbagai peristiwa penting yang membentuk identitas Aceh.
Pelestarian cagar budaya juga berperan dalam mendukung sektor pariwisata, meningkatkan edukasi sejarah bagi generasi muda, serta menjaga warisan budaya agar tetap lestari untuk masa mendatang.
1. Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh
Masjid Raya Baiturrahman menjadi ikon Provinsi Aceh sekaligus salah satu bangunan bersejarah paling terkenal di Indonesia. Masjid ini pertama kali dibangun pada masa Kesultanan Aceh dan kemudian dibangun kembali pada era kolonial Belanda setelah terbakar saat Perang Aceh.
Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, masjid ini menjadi simbol perjuangan masyarakat Aceh serta dikenal sebagai bangunan yang tetap berdiri kokoh saat tsunami 2004.
2. Museum Aceh
Museum Aceh menyimpan ribuan koleksi benda bersejarah, mulai dari manuskrip kuno, senjata tradisional, pakaian adat, hingga peralatan rumah tangga masyarakat Aceh tempo dulu.
Bangunan utamanya berupa Rumah Aceh yang dibangun pada akhir abad ke-19 dan kini menjadi salah satu destinasi wisata sejarah favorit di Banda Aceh.
3. Gunongan
Gunongan merupakan bangunan peninggalan Sultan Iskandar Muda yang dibangun sebagai tanda cinta kepada permaisurinya, Putroe Phang. Arsitekturnya yang unik menjadikan Gunongan sebagai salah satu ikon wisata sejarah di Aceh.
Kompleks ini juga menjadi bagian dari Taman Sari Kesultanan Aceh yang dahulu digunakan sebagai tempat rekreasi keluarga kerajaan.
4. Pinto Khop
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber