Diskusi dan pemutaran film berjudul Perempuan di Wilayah Konflik di Sophie’s Sunset Library. (Dok : Pribadi)
ACEH - Sophie’s Sunset Library menggelar pemutaran dan diskusi film dokumenter berjudul “Perempuan di Wilayah Konflik”. Film tersebut merupakan karya Gadis Arivia yang diproduksi oleh Jurnal Perempuan pada tahun 2002. Acara ini berlangsung pada Sabtu, 23 Agustus 2025, di halaman Sophie’s Sunset Library.
Acara ini menghadirkan Mirisa Hasfaria sebagai host dan Raihan Lubis sebagai pemantik diskusi. Keduanya mengajak peserta untuk melihat lebih dalam pengalaman perempuan yang kerap terpinggirkan dalam narasi besar konflik. Film ini juga membuka dialog kritis tentang peran perempuan dalam situasi yang tidak menguntungkan ketika konflik terjadi.
Baca juga: Sophie’s Sunset Library Rayakan Hari Gajah Sedunia dengan Cara Unik
Diskusi berlangsung hangat di tengah hembusan angin pinggir laut. Peserta yang hadir berasal dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari mahasiswa, guru sejarah, hingga masyarakat umum. Acara yang seharusnya berakhir pukul 20.30 WIB mundur hingga pukul 22.30 WIB karena antusiasme peserta untuk berdiskusi.
Suasana dialog film dokumenter yang berjudul Perempuan di Wilayah Konflik. (Dok : Pribadi)
Film tersebut mengangkat kisah nyata perempuan di tengah wilayah konflik yang berkecamuk. Film ini menggambarkan bagaimana mereka bertahan, berjuang, serta menghadapi tantangan sosial maupun psikologis.
Meski diproduksi lebih dari dua dekade lalu, isu yang diangkat masih sangat relevan hingga hari ini, terutama terkait peran perempuan dalam situasi konflik. Sering kali, cerita tentang perempuan luput dari perhatian media arus utama. Padahal, ketidaksetaraan gender dan luka akibat konflik masih nyata mereka rasakan.
Pemutaran film ini bukan hanya menghadirkan potongan sejarah, melainkan juga menjadi ruang refleksi sekaligus pengingat bahwa konflik selalu menyisakan jejak panjang, terutama bagi perempuan yang terlibat di dalamnya.
Melalui dialog, kita diingatkan kembali bahwa ada perempuan korban konflik yang harus didengar dan diperhatikan. Konflik bukan hanya tentang senjata dan politik, tetapi juga menyimpan luka panjang yang ditanggung perempuan hingga seumur hidupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung