Tim FKH USK berhasil bikin inovasi baru: daun kecombrang jadi obat alami ternak. (Dok : USK)
ACEH - Tim Pengabdian Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala (FKH USK) berhasil menemukan inovasi baru di bidang kesehatan ternak.
Daun kecombrang (Bak Kala), yang selama ini dikenal sebagai bahan masakan, kini memiliki peran baru sebagai obat alami untuk ternak.
Pelatihan dipimpin oleh Ketua Tim, drh. Lian Varis Riandi, M.Si., yang menekankan pentingnya inovasi tepat guna bagi masyarakat.
“Dengan teknologi sederhana, masyarakat bisa memproduksi ascarisida nabati sendiri. Ini bukan hanya menjaga kesehatan ternak, tetapi juga membuka peluang usaha baru,” ujarnya, Sabtu (6/9/2025).
Sebanyak 21 peternak dari Kelompok Tani Makmur Sentosa, Gampong Pulot, Kecamatan Leupung, Aceh Besar, turut dilatih membuat ascarisida nabati berbahan dasar tanaman lokal.
Baca juga: USK Tunjukkan Taring di Dunia Startup, Bawa Pulang Banyak Gelar di UTU Awards
Kegiatan diawali dengan penyuluhan manajemen kesehatan ternak dan pengendalian ektoparasit oleh drh. Daniel, M.Si., kemudian dilanjutkan praktik langsung pembuatan obat ternak alami.
Para peternak terlihat sangat antusias, bahkan berkomitmen untuk melanjutkan produksi secara mandiri. Untuk mendukung keberlanjutan program, tim juga menyerahkan hibah alat produksi kepada kelompok tani.
Wakil Dekan Kemahasiswaan, Alumni, dan Kemitraan FKH USK, Dr. drh. Faisal Jamin, M.Si., turut hadir memberikan dukungan.
“Kegiatan ini adalah bukti nyata komitmen FKH USK untuk mendukung masyarakat dengan inovasi berbasis potensi lokal. Sinergi antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat harus terus diperkuat,” katanya.
Program ini terlaksana berkat dukungan Hibah DPPM (Bima) 2025 dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USK, serta Dekan FKH USK, drh. Teuku Reza Ferasyi, M.Sc., Ph.D.
Sebanyak sembilan mahasiswa FKH USK juga terlibat aktif melalui program KKN Tematik, sebagai wujud nyata kolaborasi antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
Dengan inovasi ini, daun kecombrang bukan lagi sekadar bumbu dapur, melainkan berpotensi menjadi andalan baru dalam meningkatkan kesehatan ternak sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Usk.ac.id