ACEH - Personel Satuan Samapta Polres Aceh Timur, Polda Aceh, melaksanakan simulasi penanganan situasi darurat seperti penanganan Orang Tak Dikenal (OTK), Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ), serta keadaan darurat lainnya. Kegiatan ini dilakukan pada Senin (22/09/2025) pagi.
Kapolres Aceh Timur, AKBP Irwan Kurniadi, S.I.K., melalui Kasat Samapta AKP Muklis, S.E., mengatakan bahwa pelatihan keterampilan ini dirancang untuk melatih personel dalam menghadapi situasi yang melibatkan OTK maupun ODGJ dan berpotensi membahayakan Mako maupun personel Polri, agar selalu siap menghadapi kejadian tak terduga.
Baca juga: HUT ke-80 RI di Mapolda Aceh: Refleksi & Semangat Baru Personel Polri
“Tujuannya adalah meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan personel dalam merespons kejadian seperti penyerangan terhadap Mako, gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), atau situasi darurat lainnya yang melibatkan OTK maupun ODGJ,” ujar AKP Muklis.
Dalam simulasi tersebut, berbagai kemungkinan ancaman diskenariokan, mulai dari penyerangan oleh OTK hingga tindakan berbahaya dari ODGJ. Setiap personel dituntut bertindak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP), termasuk mendeteksi gejala awal, melakukan pendekatan persuasif, mengamankan, hingga mengambil tindakan tegas jika keadaan memburuk.
Lebih lanjut, AKP Muklis menyampaikan bahwa latihan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kapasitas personel menghadapi dinamika kamtibmas yang kerap berubah dengan cepat.
“Kita tidak berharap gangguan terjadi, namun kita harus siap jika itu datang. Sinergi, profesionalisme, dan kecepatan bertindak adalah kunci keberhasilan menjaga kamtibmas,” terang Kasat Samapta Polres Aceh Timur itu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Polri