Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 07 DESEMBER 2025 • 23:23 WIB

46 Ribu Warga Bener Meriah Terisolir: Akses Putus, Bantuan Dikebut Lewat Udara

46 Ribu Warga Bener Meriah Terisolir: Akses Putus, Bantuan Dikebut Lewat UdaraSituasi terkini di Bener Meriah: akses darat masih terputus total, ribuan warga menunggu bantuan. Tim gabungan terus berupaya membuka jalur dan menyalurkan logistik lewat udara. (Dok : Humas Bener Meriah/Aliga Mahbengi)

ACEH - Lebih dari satu pekan setelah diterjang banjir bandang dan tanah longsor, sebanyak 46.611 jiwa di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, masih berada dalam kondisi terlindungi. Putusnya akses jalan menuju dan antar wilayah terdampak membuat penyaluran bantuan serta proses pemulihan berjalan sangat menantang.

Data terbaru menunjukkan ribuan keluarga di enam kecamatan terisolir akibat terputusnya jalur transportasi utama. Berikut wilayah dengan dampak paling parah:

  • Kecamatan Pintu Rime Gayo: 23 desa terisolir, 17.138 jiwa.
  • Kecamatan Gajah Putih: 10 desa terisolir, 10.396 jiwa.
  • Kecamatan Mesidah: 15 desa terisolir, 6.325 jiwa.
  • Kecamatan Syiah Utama: 14 desa terisolir, 2.799 jiwa.
  • Kecamatan Permata: 7 desa terisolir, 6.024 jiwa.
  • Kecamatan Timang Gajah: 4 desa terisolir, 3.939 jiwa.

Kondisi isolasi berkepanjangan memicu kekhawatiran mengenai ketersediaan logistik. Laporan lapangan menyebutkan pasokan makanan, bahan bakar, susu bayi, hingga selimut mulai menipis di sejumlah titik.

Baca juga: Banjir Aceh Tengah 2025: 234 Ribu Warga Terdampak, 7 Kecamatan Masih Terisolir

Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, dan BNPB terus berupaya menjangkau warga terdampak. Namun, distribusi bantuan yang idealnya lewat jalur darat menghadapi hambatan besar. Di beberapa lokasi, warga bahkan terpaksa berjalan kaki sambil memikul logistik demi membawanya ke kampung masing-masing.

Terputusnya ruas jalan vital penghubung Bener Meriah dengan Aceh Utara dan Bireuen melalui jalur KKA ikut memperparah situasi. Akibatnya, penyaluran kebutuhan mendesak dialihkan melalui jalur udara menggunakan helikopter dan pesawat yang beroperasi di Bandara Rembele.

Tim gabungan kini fokus memulihkan jalur akses utama. Pembangunan jembatan darurat (Bailey) serta pembersihan material longsor—mulai dari tumpukan pohon hingga lumpur tebal—terus dipercepat.

Prioritas utama pemerintah adalah memastikan keselamatan warga dan menjamin bahwa seluruh wilayah terdampak dapat segera dijangkau oleh bantuan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Bener Meriah

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

46 Ribu Warga Bener Meriah Terisolir: Akses Putus, Bantuan Dikebut Lewat Udara

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!