Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 10 DESEMBER 2025 • 22:37 WIB

PLN Minta Maaf, Listrik Aceh Belum Pulih Total Pascabencana

PLN Minta Maaf, Listrik Aceh Belum Pulih Total PascabencanaPLN terus mengerahkan upaya maksimal demi pemulihan bertahap dan aman. (Dok : PLN)

ACEH - PT PLN (Persero) menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Aceh karena pasokan listrik pascabencana banjir dan longsor hingga kini belum sepenuhnya pulih. Permohonan maaf tersebut disampaikan Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, dalam agenda laporan dan rapat koordinasi bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang digelar secara daring dari Banda Aceh, Selasa (9/12/2025).

Sebelumnya, saat berada di Bireuen pada Minggu (7/12/2025), Darmawan melaporkan kepada Menteri ESDM dan Presiden Prabowo Subianto bahwa kelistrikan di Aceh ditargetkan pulih hingga 93 persen pada Minggu malam. Namun, kondisi lapangan yang sulit, terputusnya akses, serta masifnya kerusakan infrastruktur membuat proses pemulihan tidak berjalan sesuai rencana.

“Setelah adanya bencana banjir bandang dan juga tanah longsor, maka ada kerusakan yang sangat masif di sistem kelistrikan di Aceh,” jelas Darmawan.

Ia mengungkapkan, kerusakan paling parah terjadi pada jaringan transmisi, khususnya jalur Bireuen–Arun, di mana enam tower roboh akibat terjangan banjir bandang. Kondisi diperburuk dengan meluasnya badan sungai hingga ratusan meter, sehingga pembangkit di Arun tidak dapat menyalurkan listrik secara optimal ke Banda Aceh. Dampaknya, pemadaman bergilir terpaksa diberlakukan.

Baca juga: Pemulihan Aceh Pascabencana Dikebut, Sekda Ajak LSM & Relawan Perkuat Koordinasi

PLN sempat melakukan sinkronisasi sistem dari pembangkit Arun menuju jaringan Aceh. Pada 8 Desember 2025, PLTMG Arun kembali menyuplai listrik ke Gardu Induk hingga wilayah Bireuen, Takengon, dan Samalanga. Namun, saat proses perluasan sinkronisasi ke Sigli dan Banda Aceh, muncul kendala teknis sehingga penyaluran listrik harus dihentikan sementara.

Dalam upaya pemulihan, PLN menghadapi tantangan berat, termasuk keterbatasan akses darat. Sejumlah material berat terpaksa diangkut melalui jalur udara.

“Material untuk perbaikan tower seberat 35 ton terpaksa diangkut menggunakan heli, satu persatu, satu persatu,” tambahnya.

Meski demikian, Darmawan menegaskan PLN tetap berkomitmen mempercepat pemulihan kelistrikan dengan mengedepankan keamanan sistem. Proses sinkronisasi dilakukan secara bertahap guna mencegah gangguan lanjutan.

PLN juga telah berhasil memulihkan pasokan listrik di empat kabupaten yang sebelumnya mengalami pemadaman total, yakni Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues. Namun, masih terdapat sejumlah desa dan jaringan tegangan rendah yang membutuhkan waktu tambahan untuk dipulihkan.

Baca juga: Bumi Resources Mineral Kirim Helikopter untuk Bantu Korban Banjir dan Longsor di Tanoh Gayo

Kendala lain terjadi pada jalur transmisi Langsa–Pangkalan Brandan, di mana lima tower roboh dan menyebabkan terputusnya sistem kelistrikan Aceh dari Sistem Besar Sumatera. Kondisi ini meningkatkan risiko gangguan saat proses sinkronisasi.

Berdasarkan hasil asesmen teknis, perbaikan lima tower tersebut diperkirakan memerlukan waktu maksimal sepuluh hari agar sinkronisasi sistem Aceh dengan jalur backbone Sumatera dapat berjalan aman. Hingga saat ini, Banda Aceh masih mengalami pemadaman bergilir akibat kekurangan pasokan sekitar 40 MW.

Atas kondisi tersebut, Darmawan kembali menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PLN

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

PLN Minta Maaf, Listrik Aceh Belum Pulih Total Pascabencana

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!