Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 18 FEBRUARI 2026 • 23:30 WIB

Masjid Berusia 160 Tahun Dibersihkan Bareng Kemenag, Warga Ikut Nostalgia Sejarah

Masjid Berusia 160 Tahun Dibersihkan Bareng Kemenag, Warga Ikut Nostalgia SejarahGotong royong di Masjid Tgk Chiek Kuta Karang dipimpin Azhari. Selain bersih-bersih, juga ada penanaman pohon dan penyerahan bantuan untuk jamaah. (Dok : Kemenag Aceh)
ACEH -
Jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh melaksanakan gotong royong membersihkan Masjid Tgk Chiek Kuta Karang di Gampong Lampeuneueun, Kemukiman Ulee Susu, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Senin (16/2/2026). 

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian gotong royong nasional dalam program Gerakan Bersama Bersih-Bersih Masjid (Geber BBM) 2026, hasil kolaborasi Kementerian Agama se-Aceh bersama pengurus masjid.

Dalam kegiatan itu, jajaran madrasah serta Kantor Urusan Agama (KUA) Kemenag Aceh Besar dan Banda Aceh turut ambil bagian. Selain aksi bersih-bersih, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si., juga menyerahkan sejumlah bantuan berupa fasilitas ibadah dan perlengkapan kebersihan kepada pengurus masjid.

Tak hanya itu, Kakanwil turut menyerahkan bibit pohon kepada pengurus masjid dan perangkat gampong. Penanaman pohon dilakukan secara simbolis di area masjid yang masih memiliki bangunan tua, sumur lama, dan kolam bersejarah.

Baca juga: Masjid Tuha Indrapuri: Masjid Tertua Aceh yang Berdiri di Atas Candi Hindu-Buddha

“Semoga pohon yang kita tanam di halaman masjid, atau lahan wakaf produktif, bisa berbuah lebat, dan banyak memberi manfaat bagi umat,” harap Kakanwil saat menanam pohon simbolis di sisi barat dan timur masjid.

Sebelum hujan deras turun, jajaran peserta gotong royong telah membersihkan saluran air, kolam, halaman, bagian dalam masjid, hingga area tempat wudhu.

Masjid Tgk Chiek Kuta Karang memiliki nilai sejarah yang kuat. Masjid ini dinisbahkan pada kehidupan dan perjuangan ulama falakiyah Aceh tempo dulu, Tgk Chiek Kuta Karang. Nama ulama hisab rukyat tersebut juga diabadikan menjadi nama observatorium di Lhoknga serta sejumlah ruas jalan di Aceh.

Di dalam masjid tua itu terdapat catatan yang menyebutkan bangunan pertama kali didirikan pada 1860, sekitar 13 tahun sebelum Belanda masuk ke Aceh pada 1873. Sejak masa awal berdirinya atau setelah ditinggalkan Tgk Chiek Kuta Karang, masjid ini telah mengalami dua kali perubahan, yakni pada 1951 dan renovasi terakhir pada 2018.

Masjid bersejarah yang bercat putih dengan dua kubah ini berada di kawasan persawahan Gampong Kuta Karang. Akses menuju lokasi cukup mudah karena dapat ditempuh melalui beberapa jalur, termasuk dari arah Simpang Lampeunurut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kemenag Aceh

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Masjid Berusia 160 Tahun Dibersihkan Bareng Kemenag, Warga Ikut Nostalgia Sejarah

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!