Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 10 MARET 2026 • 06:04 WIB

Mirza Tabrani Resmi Dilantik Jadi Rektor Universitas Syiah Kuala Periode 2026–2031

Mirza Tabrani Resmi Dilantik Jadi Rektor Universitas Syiah Kuala Periode 2026–2031Ketua MWA Safrizal ZA melantik Mirza Tabrani sebagai Rektor Universitas Syiah Kuala periode 2026–2031 di Gedung AAC Prof. Dr. Dayan Dawood. (Dok : USK)
ACEH -
Prof. Dr. Mirza Tabrani, SE, MBA, DBA resmi menjabat sebagai Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) untuk periode 2026–2031. Pengukuhan tersebut ditandai dengan prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan yang dipimpin Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) USK, Safrizal ZA, di Gedung AAC Prof. Dr. Dayan Dawood, Senin (9/3/2026).

Dalam sambutannya, Safrizal menyampaikan ucapan selamat kepada Mirza Tabrani atas amanah baru yang diemban sebagai pimpinan USK. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada rektor sebelumnya, Marwan, yang dinilai telah meletakkan fondasi kuat saat masa transisi USK menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH).

Safrizal mengungkapkan rasa syukur atas proses pemilihan rektor yang berlangsung lancar, damai, dan penuh suasana kekeluargaan. Menurutnya, hal tersebut menjadi catatan sejarah yang membanggakan bagi sivitas akademika USK.

Pada kesempatan itu, Safrizal juga mengulas kembali sejarah berdirinya Universitas Syiah Kuala. Ia menjelaskan bahwa nama Universitas Syiah Kuala dipilih oleh para pendiri sebagai simbol kelanjutan tradisi keilmuan yang telah berkembang selama berabad-abad di Aceh.

Tradisi tersebut memadukan nilai iman dan ilmu, agama dan sains, serta kearifan lokal dengan semangat universal. Dari situlah muncul sebutan bahwa USK merupakan “Jantung Hatinya Rakyat Aceh”.

“Bahwa denyut USK adalah denyut kehidupan rakyat Aceh. Kemajuan kampus ini harus dirasakan oleh setiap pelosok di Bumi Serambi Mekkah,” ucapnya.

Safrizal menegaskan bahwa kepemimpinan USK ke depan dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks. Kampus harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus menjaga marwahnya sebagai institusi akademik.

Baca juga: Mirza Tabrani Resmi Jadi Rektor USK 2026–2031, Bupati Aceh Besar Soroti Pentingnya Sinergi Akademik

“Rektor harus mampu menyeimbangkan kebebasan akademik yang sakral dengan efisiensi administrasi yang ketat, serta menganavigasi lingkungan yang kompleks untuk perubahan yang cepat,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Sains, Pendidikan Tinggi, dan Teknologi, Khairul Munadi, turut hadir dan membacakan sambutan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto.

Ia menegaskan bahwa Universitas Syiah Kuala bukan hanya perguruan tinggi terbesar di Aceh, tetapi juga menjadi harapan besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di wilayah barat Indonesia.

Menurutnya, kemajuan Aceh bahkan Indonesia sangat dipengaruhi oleh kualitas pendidikan tinggi di universitas.

“Jika universitas mampu menghasilkan lulusan yang unggul, berintegritas, dan inovatif maka daerah akan maju. Namun, jika pendidikan tinggi stagnan, maka pembangunan juga akan berjalan lambat,” ucapnya.

Ia juga menilai USK memiliki peran penting dalam menjawab berbagai persoalan nyata di masyarakat, mulai dari pembangunan ekonomi daerah, penguatan sektor kelautan, pengembangan industri kreatif, hingga mitigasi bencana.

“Oleh karena itu, kami berharap USK dapat terus mengambil peran penting dalam mengawal proses pemulihan pasca bencana secara berkelanjutan melalui pendekatan berbasis sains dan teknologi,” katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: USK

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mirza Tabrani Resmi Dilantik Jadi Rektor Universitas Syiah Kuala Periode 2026–2031

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!