ACEH - Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme pelaku usaha dalam gelaran Pekan Raya Ramadhan Banda Aceh 2026 yang berlangsung di kawasan eks Pasar Aceh Lama.
Hal tersebut disampaikan Afdhal saat penutupan acara pada Jumat (13/3/2026). Festival bertajuk “Khanduri – Raseuki – Silaturahmi” ini telah berlangsung sejak 27 Februari hingga 13 Maret 2026.
Menurutnya, kegiatan tersebut mendapat sambutan luar biasa dari para pelaku UMKM. Bahkan, jumlah pendaftar melampaui kapasitas yang tersedia.
“Alhamdulillah saya melihat suasananya sangat kondusif. Semangat kawan-kawan pelaku UMKM di Banda Aceh luar biasa. Dari awal pendaftaran saja jumlahnya sudah melebihi kapasitas, lebih dari 200 pelaku usaha mendaftar,” ujar Afdhal.
Namun demikian, keterbatasan lokasi membuat panitia hanya mampu menampung lebih dari 100 tenant untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Tempatnya memang masih terbatas, tapi Alhamdulillah lebih dari 100 tenant bisa bergabung dan berpartisipasi pada Pekan Raya Ramadhan 2026 ini,” katanya.
Afdhal menilai, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berjualan bagi pelaku UMKM, tetapi juga menjadi ruang berkumpulnya masyarakat untuk menikmati suasana Ramadhan.
Ia juga mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan dampak ekonomi yang cukup signifikan bagi perputaran ekonomi lokal.
“Data yang kami terima, selama 15 hari pelaksanaan sudah terjadi peredaran uang lebih dari Rp2 miliar. Kita berharap rezeki yang diperoleh oleh para tenant ini dapat membawa manfaat dan keberkahan,” ujarnya.
Baca juga: 200 Paket Ie Bu Peudah Dibagikan Gratis di Peukan Raya Ramadhan Banda Aceh
Lebih lanjut, Afdhal menegaskan bahwa Pemerintah Kota Banda Aceh terus berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya melalui penguatan sektor UMKM.
“Kegiatan ini adalah bukti kontribusi bersama antara pemerintah kota dengan berbagai pihak seperti Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Aceh (PEMA) dan PT Pegadaian untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Banda Aceh agar semakin baik dari tahun ke tahun,” kata Afdhal.
Ia juga menekankan bahwa UMKM merupakan tulang punggung ekonomi daerah. Saat ini, tercatat sekitar 47 ribu pelaku UMKM di Banda Aceh yang berperan penting dalam perputaran ekonomi serta penciptaan lapangan kerja.
“UMKM ini penguat ekonomi kita. Mereka memiliki produk, menciptakan peredaran uang, dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Diskominfo Banda Aceh