Pimpinan daerah Aceh Tengah turun langsung menjadi pembina upacara di hari pertama sekolah, memotivasi siswa dengan semangat disiplin dan nasionalisme. (Dok : MC Aceh Besar)
ACEH - Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menggelar upacara bendera pada hari pertama masuk sekolah yang dipimpin langsung oleh jajaran pimpinan daerah, mulai dari Bupati, Wakil Bupati, unsur Forkopimda, kepala SKPK, hingga para camat, Senin (30/03/2026).
Para pimpinan daerah tersebut disebar ke berbagai sekolah di seluruh wilayah Aceh Tengah, mulai dari tingkat SMA, SMP, hingga SD, untuk bertindak sebagai pembina upacara secara serentak.
Bupati Aceh Tengah bertindak sebagai pembina upacara di SMKN 1 Takengon, sementara Wakil Bupati memimpin upacara di SMAN 4 Takengon. Kegiatan serupa juga dilaksanakan oleh unsur Forkopimda dan kepala SKPK di sekolah-sekolah lain yang telah ditentukan.
Pelaksanaan upacara ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah terkait pentingnya pelaksanaan upacara bendera di lingkungan sekolah. Kebijakan tersebut juga sejalan dengan Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah tentang pelaksanaan upacara di seluruh satuan pendidikan.
Melalui kegiatan upacara bendera yang rutin dan bermakna, pemerintah berharap dapat membentuk karakter peserta didik, menumbuhkan semangat nasionalisme dan patriotisme, serta memperkuat rasa persatuan di lingkungan sekolah.
Baca juga: Kabar Baik! Tunjangan Profesi Guru Aceh Besar Tuntas Dibayar, Ini Dampaknya
Dalam arahannya, para pimpinan daerah membacakan pesan Bupati Aceh Tengah yang berisi sejumlah program prioritas dan penekanan penting kepada para siswa. Di antaranya adalah menggalakkan program gemar membaca Al-Qur’an, mendukung program Aceh Tengah Bersih melalui kegiatan gotong royong dan Gerakan Indonesia Asri, serta mendorong penggunaan pakaian Kerawang Gayo setiap hari Kamis sebagai upaya pelestarian budaya daerah.
Selain itu, para siswa juga diimbau untuk menjaga dan melestarikan bahasa daerah Gayo, memperkuat implementasi Program Sekolah Belangi, serta menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap tindakan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.
Para pelajar juga diajak untuk selalu menaati peraturan sekolah serta menghormati para guru sebagai sosok yang berperan penting dalam perjalanan pendidikan mereka.
Kehadiran langsung para pimpinan daerah pada hari pertama masuk sekolah ini diharapkan dapat memberikan motivasi kepada para siswa untuk memulai proses belajar dengan semangat baru, disiplin yang tinggi, serta karakter yang kuat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: MC Aceh Besar