Rizki Maulizar, juru bicara Jaringan Aspirasi Rakyat Aceh (JARA). (Dok : istimewa)
ACEH - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jaringan Aspirasi Rakyat Aceh (JARA) menyampaikan harapannya terkait proses penunjukan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) yang saat ini masih menjadi perhatian publik.
JARA menekankan pentingnya sosok yang akan dipilih oleh Ketua Umum Partai Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, benar-benar memiliki integritas serta komitmen kuat dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat Aceh secara luas.
Melalui juru bicaranya, Rizki Maulizar, JARA menilai bahwa jabatan Ketua DPRA tidak bisa dipandang sekadar sebagai posisi struktural dalam partai politik. Lebih dari itu, posisi tersebut merupakan amanah besar sebagai perpanjangan suara rakyat di lembaga legislatif.
“Kami sangat berharap kepada Mualem, dalam menunjuk Ketua DPRA ke depan, dapat memilih figur yang tidak hanya loyal kepada partai, tetapi yang utama adalah berpihak pada kepentingan rakyat Aceh."
Menurut JARA, ada sejumlah hal mendasar yang perlu menjadi perhatian serius bagi Ketua DPRA yang akan datang. Salah satunya adalah memastikan fungsi pengawasan terhadap anggaran berjalan optimal, sehingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, seperti sektor pendidikan, kesehatan, hingga upaya pengentasan kemiskinan.
Baca juga: Rakor Besar di Jakarta: Mualem Desak Pemerintah Pusat Percepat Pemulihan Aceh
Selain itu, JARA juga menyoroti pentingnya keberlanjutan penyelesaian berbagai isu strategis yang masih tersisa, termasuk implementasi butir-butir dalam MoU Helsinki serta pelaksanaan Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) yang dinilai belum sepenuhnya tuntas.
Di sisi lain, aspek netralitas dan keterbukaan juga menjadi sorotan. Ketua DPRA diharapkan mampu menjadi figur yang inklusif, terbuka terhadap kritik, serta mampu menampung aspirasi dari berbagai elemen masyarakat sipil di Aceh.
Di tengah dinamika internal Partai Aceh yang masih berkembang, penentuan pimpinan legislatif ini menjadi bagian penting dalam menjaga arah kebijakan daerah ke depan. Sebelumnya, Mualem juga sempat menegaskan komitmennya untuk mendorong kader terbaik partai memimpin lembaga legislatif, guna memastikan soliditas sekaligus pencapaian target pembangunan.
JARA pun mengingatkan agar proses penetapan pimpinan DPRA dilakukan dengan tetap menjaga stabilitas politik dan semangat perdamaian di Aceh.
“Siapapun yang ditunjuk nantinya, rakyat akan menagih janji-janji kampanye dan melihat sejauh mana kebijakan dewan berpihak pada mereka,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan