ACEH - Tim Baitul Mal Aceh (BMA) melakukan peliputan terhadap kisah sukses seorang mustahik penerima bantuan program Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) di Gampong Ie Beudoh, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya.
Program ini kembali menunjukkan komitmen BMA dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis gampong. Salah satu bukti nyata terlihat dari perkembangan usaha yang kini mampu memberikan dampak signifikan bagi warga setempat.
Ketua Badan Baitul Mal Aceh, Tgk. H. Muhammad Yunus M. Yusuf, SH, yang akrab disapa Abon Yunus, menyampaikan bahwa program BUMG merupakan salah satu langkah konkret dalam upaya meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
Pada tahun 2022, Baitul Mal Aceh menyalurkan bantuan modal usaha sebesar Rp100 juta kepada BUMG di Gampong Ie Beudoh. Bantuan tersebut digunakan untuk menggerakkan roda usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Seiring waktu, program ini menunjukkan perkembangan yang cukup pesat. Saat ini, unit usaha BUMG tersebut mampu menghasilkan keuntungan hingga Rp12 juta per bulan. Dari sisi produksi, usaha ini telah mencapai sekitar 500 kotak per hari, meskipun permintaan pasar diketahui bisa mencapai 2.000 kotak setiap harinya.
Keuchik (kepala desa) Gampong Ie Beudoh, Ikhsan Januarijal, mengakui bahwa dukungan dari Baitul Mal Aceh menjadi faktor utama dalam perkembangan usaha tersebut.
Baca juga: Fakta Unik Pakaian Adat Gayo yang Jarang Dibahas, dari Kerawang hingga Filosofinya
“Alhamdulillah, dengan adanya bantuan ini, usaha kami terus berkembang dan masyarakat ikut merasakan manfaatnya melalui sistem bagi hasil,” ujarnya.
Tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan gampong, usaha ini juga membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Hingga saat ini, sebanyak 22 tenaga kerja telah direkrut, seluruhnya berasal dari warga setempat.
Selain aspek ekonomi, usaha ini juga menghadirkan nilai sosial bagi masyarakat. Warga diperbolehkan mengambil air siap konsumsi dari pipa yang disediakan tanpa dikenakan biaya, cukup memberikan sedekah seikhlasnya yang kemudian disalurkan ke masjid.
Meski telah menunjukkan hasil yang positif, pihak pengelola BUMG masih berharap adanya tambahan modal agar kapasitas produksi dapat ditingkatkan dan mampu memenuhi tingginya permintaan pasar.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah secara produktif dapat memberikan dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat. Baitul Mal Aceh pun berharap model pemberdayaan seperti ini dapat terus diperluas ke berbagai gampong lainnya demi mendorong kemandirian ekonomi secara berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Baitul Mal Aceh