Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 10 APRIL 2026 • 23:05 WIB

Fakta Unik Pakaian Adat Gayo yang Jarang Dibahas, dari Kerawang hingga Filosofinya

Fakta Unik Pakaian Adat Gayo yang Jarang Dibahas, dari Kerawang hingga FilosofinyaElegan dalam kesederhanaan. Pakaian adat Gayo bukan sekadar busana, tapi cerminan filosofi hidup dan identitas budaya yang terus terjaga. (Dok : wevatextile.com)

ACEH - Kalau bicara soal pakaian adat di Indonesia, kebanyakan identik dengan warna cerah dan ornamen yang mencolok. Tapi tidak dengan pakaian adat Gayo.

Dari dataran tinggi Aceh, busana ini justru tampil dominan hitam. Sekilas sederhana, bahkan cenderung tenang. Tapi di balik itu, ada filosofi yang tidak semua orang tahu.

Dan menariknya, hampir setiap detail yang dikenakan bukan sekadar hiasan.

Filosofi Warna Hitam yang Jadi Ciri Khas

Dalam budaya Gayo, warna hitam bukan pilihan tanpa alasan. Warna ini melambangkan keteguhan, kedewasaan, dan wibawa.

Namun, kesan gelap itu tidak berdiri sendiri. Di atasnya, terdapat sulaman warna merah, kuning, hijau, dan putih yang memberi kontras sekaligus makna.

Merah sering dikaitkan dengan keberanian, kuning dengan kemuliaan, hijau melambangkan kehidupan, sementara putih menggambarkan kesucian.

Perpaduan ini mencerminkan cara pandang masyarakat Gayo terhadap kehidupan: keseimbangan antara berbagai nilai yang saling melengkapi.

Salah satu ciri paling khas dari pakaian adat Gayo adalah motif kerawang.

Motif ini bukan sekadar ornamen visual. Ia menjadi identitas budaya yang diwariskan turun-temurun dan menyimpan pesan tentang hubungan manusia dengan alam, kebersamaan, hingga batasan dalam kehidupan sosial.

Kerawang Gayo biasanya hadir dalam kain tradisional yang dikenal sebagai upuh ulen-ulen, yang kerap digunakan dalam acara penting seperti pernikahan atau penyambutan tamu kehormatan.

Menariknya, tidak semua motif bisa dipakai bebas. Ada aturan adat yang mengatur penggunaannya, termasuk siapa yang berhak mengenakannya.

Pakaian adat Gayo tidak berdiri sendiri tanpa pelengkapnya. Justru dari aksesoris inilah, identitas pemakainya semakin terlihat jelas.

Pada laki-laki, penutup kepala yang dikenal sebagai bulang pengkah menjadi elemen penting. Selain itu, terdapat ikat pinggang serta pelengkap lain yang dalam konteks tertentu mencerminkan kesiapan dan tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat.

Sementara pada perempuan, busana biasanya dilengkapi dengan berbagai perhiasan seperti kalung, gelang, hingga hiasan kepala yang memperkuat kesan anggun sekaligus sakral. Setiap aksesoris tidak hanya berfungsi sebagai penghias, tetapi juga membawa simbol tertentu yang berkaitan dengan nilai budaya dan status sosial.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Fakta Unik Pakaian Adat Gayo yang Jarang Dibahas, dari Kerawang hingga Filosofinya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!