ACEH - Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 di Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Lhoknga berlangsung khidmat, Senin (27/4/2026). Kegiatan tasyakuran tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen dalam pembinaan warga binaan yang humanis, produktif, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Staf Ahli Bupati Aceh Besar, Ir. Makmun, MT, yang hadir mewakili Bupati Aceh Besar, menyampaikan apresiasi atas berbagai capaian yang telah diraih Lapas Kelas III Lhoknga, khususnya dalam upaya pembinaan warga binaan dan pengembangan sumber daya manusia.
“Pembinaan yang dilakukan Lapas Lhoknga telah memberikan dampak nyata dan sangat membantu pemerintah daerah, khususnya dalam membentuk warga binaan yang lebih mandiri dan siap kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Setelah menyampaikan salam dari Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris, kepada seluruh tamu undangan, Makmun menegaskan pentingnya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pihak lapas agar program pembinaan dapat terus berkembang secara optimal dan berkelanjutan.
“Kami berharap kolaborasi ini terus diperkuat, termasuk dalam membuka akses pendidikan dan pelatihan, sehingga warga binaan memiliki pola pikir yang lebih baik dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat setelah bebas nanti,” harapnya.
Menurut Makmun, peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan menjadi pengingat bahwa sistem pemasyarakatan tidak semata berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga pada proses pembinaan, perubahan perilaku, dan pembangunan harapan bagi warga binaan.
Baca juga: Panen Lele Bioflok 359 Kg, Kelompok Binaan DP2KP Bukti Teknologi Tingkatkan Produktivitas
“Pemerintah daerah sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan dan program yang dijalankan oleh Lapas Lhoknga. Karena itu kita membutuhkan kolaborasi dalam rangka meningkatkan binaan terhadap warga binaan. Semoga ke depan ada program yang dapat disinergikan,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas III Lhoknga, Husni, SH., MM, menyebut peringatan HBP tahun ini memiliki makna istimewa karena untuk pertama kalinya dilaksanakan secara mandiri oleh masing-masing Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).
“Ini adalah bentuk rasa terima kasih atas pengabdian kepada masyarakat dan negara. Dukungan dari semua pihak membuat berbagai program pelatihan yang kami jalankan selama ini berjalan dengan baik,” kata Husni.
Ia menjelaskan, selama satu tahun terakhir masa kepemimpinannya, Lapas Kelas III Lhoknga telah melahirkan lebih dari 30 inovasi program pelatihan. Langkah tersebut dilakukan untuk mewujudkan lembaga pemasyarakatan yang lebih baik, produktif, dan berorientasi pada pembinaan yang manusiawi.
Saat ini, berbagai unit usaha dan pelatihan telah berjalan di dalam lapas, mulai dari produksi roti, depot air minum, barbershop, hingga program pertanian dan perikanan. Seluruh program tersebut dirancang untuk membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah mereka kembali ke tengah masyarakat.
Husni menambahkan, manfaat dari program pembinaan tersebut tidak hanya dirasakan oleh warga binaan, tetapi juga oleh keluarga mereka.
“Bahkan ada warga binaan yang mampu membantu ekonomi keluarga dari dalam Lapas. Ini menunjukkan bahwa pelatihan yang dilakukan benar-benar berdampak,” ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: MC Aceh Besar