ACEH - Ade Naylan Sadida kembali mengharumkan nama Aceh di tingkat internasional. Santriwati Dayah Darul Quran Aceh (DQA) yang berlokasi di Kecamatan Samahani, Kabupaten Aceh Besar, itu berhasil meraih penghargaan Best Award Program pada ajang The 7th International Youth Exchange and Conference SDGs Kesehatan.
Prestasi tersebut semakin istimewa karena pada saat yang hampir bersamaan, Ade juga dinyatakan lulus sebagai mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK) melalui jalur Seleksi Talenta. Hasil seleksi tersebut diumumkan pada Senin (1/6/2026).
Santriwati asal Kabupaten Aceh Selatan itu merupakan putri dari Dr. H. Daska Aziz, M.A., mantan Wakil Bupati Aceh Selatan yang kini mengabdi sebagai dosen di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) USK. Di usia muda, Ade telah menunjukkan kapasitas yang membanggakan, baik dalam bidang keagamaan maupun akademik, hingga mampu bersaing di forum internasional.
Pada konferensi yang diikuti peserta dari berbagai negara tersebut, Ade mempresentasikan gagasan mengenai solusi kesehatan berbasis komunitas untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals atau SDGs), khususnya poin ketiga tentang kehidupan sehat dan sejahtera.
Gagasan yang diusungnya mendapat apresiasi dari dewan juri karena dinilai aplikatif, berbasis data, serta relevan dengan berbagai tantangan kesehatan yang masih dihadapi masyarakat Indonesia. Berkat kualitas ide dan kemampuan presentasinya, Ade dinobatkan sebagai penerima penghargaan Best Award Program.
Baca juga: USK Buka Jalur Prestasi 2026: Peluang Emas Buat Talenta Muda!
Selain diterima di Fakultas Kedokteran USK, Ade juga berhasil lolos seleksi masuk perguruan tinggi pada Program Studi Psikologi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melalui jalur PTKIN. Namun, ia memilih melanjutkan pendidikan di Program Studi Pendidikan Dokter USK.
Bagi Ade, keputusan tersebut bukan sekadar menentukan pilihan jurusan, melainkan bagian dari cita-cita untuk memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat.
“InsyaAllah ilmu yang dipelajari di FK USK nantinya akan dikembalikan kepada masyarakat. Saya ingin menjadi dokter yang tidak hanya kompeten secara keilmuan, tetapi juga berempati dan berakhlak mulia,” ujarnya.
Di balik berbagai prestasi akademik dan penghargaan internasional yang diraih, Ade juga dikenal sebagai hafizah 30 juz Al-Qur’an. Ia telah mengoleksi sejumlah prestasi dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), pernah meraih predikat juara umum saat menempuh pendidikan di MIN, serta menjadi siswa teladan pada jenjang SMP.
Menurutnya, proses menghafal Al-Qur’an memberikan bekal karakter yang sangat berpengaruh dalam perjalanan akademik maupun berbagai kompetisi yang diikutinya.
“Menghafal Al-Qur’an mengajarkan saya disiplin, manajemen waktu, dan tanggung jawab. Satu ayat yang terlupa harus diulang berkali-kali. Mental itu yang saya pakai saat berkompetisi dan mewujudkan gagasan di forum internasional,” tuturnya.
Ade berharap capaian yang diraihnya dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Aceh dan Indonesia untuk terus berprestasi di berbagai bidang tanpa meninggalkan nilai-nilai spiritual dan budaya yang menjadi identitas bangsa.
Keberhasilan Ade juga menjadi gambaran komitmen USK dalam mengembangkan potensi generasi muda melalui berbagai jalur prestasi. Melalui program Seleksi Talenta, USK memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa berprestasi dari berbagai bidang, mulai dari hafalan Al-Qur’an, MTQ, olimpiade, hingga pengabdian sosial.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: USK