Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 30 JUNI 2026 • 18:11 WIB

Tradisi Bubur Asyura dan Toet Apam Kembali Semarak, Aceh Besar Bidik Wisata Religi

Tradisi Bubur Asyura dan Toet Apam Kembali Semarak, Aceh Besar Bidik Wisata ReligiPara peserta yang mengikuti tradisi memasak Bubur Asyura dan Toet Apam dalam peringatan 10 Muharram di halaman Dekranasda Aceh Besar. (Dok : MC Aceh Besar)
ACEH -
Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai halaman Dekranasda Aceh Besar, Kamis (25/6/2026), saat masyarakat berkumpul memperingati 10 Muharram melalui tradisi memasak bubur Asyura dan toet apam. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya melestarikan warisan budaya Islam yang mulai jarang dikenal oleh generasi muda.

Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris, mengatakan peringatan 10 Muharram memiliki makna istimewa dalam ajaran Islam. Selain dianjurkan berpuasa, Hari Asyura juga identik dengan semangat berbagi melalui sedekah dan menyantuni anak yatim.

“Alhamdulillah hari ini kita berkumpul untuk memperingati 10 Muharram. Tradisi memasak bubur Asyura ini ingin terus kita hidupkan, karena ini bagian dari budaya Islam yang bisa kita angkat menjadi daya tarik wisata religi Aceh Besar,” ujar pria yang akrab disapa Syech Muharram.

Menurutnya, tradisi tersebut perlu terus dikenalkan agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman. Ia menilai kegiatan semacam ini menjadi sarana untuk menanamkan kembali nilai-nilai keislaman kepada generasi penerus.

Baca juga: Sekda Aceh Besar Serahkan Hadiah Lomba Bubur Asyura dan Toet Apam, Tradisi Tetap Lestari

“Kalau tidak kita laksanakan dan ingatkan, lama-lama generasi anak cucu kita tidak lagi mengenal momen penting ini,” tambahnya.

Pada kegiatan itu, sebanyak 34 tim yang terdiri atas perwakilan kecamatan, organisasi perangkat daerah (OPD), serta kelompok pengajian mengikuti lomba memasak bubur Asyura dan toet apam. Selain dinilai oleh dewan juri, hasil masakan juga dibagikan kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian dan semangat berbagi yang menjadi esensi peringatan 10 Muharram.

“Setelah dinilai oleh juri, bubur ini akan dibagikan kepada warga sekitar. Ada juga yang dibawa pulang untuk dibagikan di kampung,” jelas Bupati.

Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berkomitmen menjadikan peringatan 10 Muharram sebagai agenda tahunan. Selain tradisi bubur Asyura, pemerintah juga akan terus mengembangkan berbagai kegiatan bernuansa religi, seperti pawai takbiran, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, hingga wisata ziarah ke makam para ulama.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat identitas budaya sekaligus meningkatkan potensi wisata religi di Aceh Besar, termasuk menarik minat wisatawan dari luar daerah maupun mancanegara.

“Kami juga akan mengembangkan situs-situs sejarah seperti Bukit Lamreh dan Lamuri, serta lokasi-lokasi peninggalan ulama untuk dijadikan destinasi ziarah. Ini bagian dari upaya kami mengangkat potensi sejarah dan budaya Aceh Besar,” tutupnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda, Ketua MPU, para staf ahli, asisten, kepala OPD, serta camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: MC Aceh Besar

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Tradisi Bubur Asyura dan Toet Apam Kembali Semarak, Aceh Besar Bidik Wisata Religi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!