Kamis, 28 AGUSTUS 2025 • 23:56 WIB

Keren! Warga Peunyeurat Sulap Sampah Jadi Produk Bernilai, Dapat Pujian Tim Adipura

Author

Tim Penilai Adipura 2025 kunjungi WCP Broeh Geutanyoe. Warga Peunyeurat sukses olah sampah jadi produk bernilai. (Dok : Prokopim Banda Aceh)
ACEH -
Tim Penilai Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI Tahun 2025 melakukan kunjungan kerja ke Bank Sampah/Waste Collection Point (WCP) Broeh Geutanyoe di Desa Peunyeurat, Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh, Rabu (27/8/2025).

Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung pengelolaan dan pemanfaatan sampah yang menjadi salah satu titik penilaian dalam kompetisi Adipura.

Camat Banda Raya, Rahmat Kadafi, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Broeh Geutanyoe Peunyeurat yang berhasil mengelola dan memanfaatkan sampah menjadi berbagai produk bernilai, seperti kerajinan tangan, pupuk, eco-enzyme, dan bahan bakar alternatif.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya dipertahankan, tetapi juga ditingkatkan. Jangan terbatas hanya pada anggota Broeh Geutanyoe saja, kami berharap seluruh masyarakat Desa Peunyeurat dapat bersama-sama ikut mengelola sampah dengan memilahnya dari rumah tangga masing-masing,” ujar Kadafi.

Baca juga: RSUD Meuraxa Jadi RS Pertama di Aceh untuk Program Dokter Spesialis Nasional

Disebutkan pula bahwa pengelolaan sampah oleh Pemerintah Kota (Pemko) maupun KSM memiliki bobot penilaian sebesar 9 poin, dengan berbagai indikator yang akan dinilai secara ketat oleh tim penilai.

Pada kesempatan yang sama, Indah Puspita Sari selaku pengelola WCP Broeh Geutanyoe memberikan penjelasan lengkap mengenai operasional dan pencapaian kelompok.

Tim kemudian diajak melihat display pameran berbagai produk kerajinan hasil daur ulang serta mengunjungi galeri atau toko yang menjual produk-produk tersebut.

Kunjungan tim didampingi oleh perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh, yang diwakili oleh sekretaris, kabid tata lingkungan, camat Banda Raya, keuchik, serta seluruh aparatur Desa Peunyeurat.

Tim Penilai Adipura memberikan apresiasi positif terhadap keterlibatan aktif masyarakat Desa Peunyeurat dalam mengelola sampah secara mandiri. Mereka menilai sarana dan prasarana di WCP Broeh Geutanyoe sudah cukup representatif.

Tim juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh lapisan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Dengan dukungan bersama, Kota Banda Aceh diharapkan mampu terus mempertahankan prestasinya di bidang kebersihan dan keindahan kota melalui penghargaan Adipura.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Prokopim Banda Aceh

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU