Kamis, 18 SEPTEMBER 2025 • 20:52 WIB

Aceh Muslim Fair 2025: Ajang Generasi Muda Tunjukkan Semangat Wirausaha

Author

USK dorong mahasiswa menjadi entrepreneur. (Dok : usk)
ACEH -
Universitas Syiah Kuala (USK) siap bertransformasi menjadi universitas sosio-teknopreneur dengan mendorong lahirnya wirausahawan muda. Komitmen ini ditandai dengan penyelenggaraan Aceh Muslim Fair (AMF) 2025 yang dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Almuniza Kamal, S.STP., M.Si., pada Rabu (17/9/2025) malam di Gedung AAC Dayan Dawood.

Kegiatan AMF menghadirkan berbagai agenda yang dirancang untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan, khususnya di kalangan pelajar dan generasi muda. Rangkaian acaranya meliputi Halal Expo UMKM, fasilitasi sertifikasi halal, pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI), serta layanan konsultasi gratis.

Baca juga: Kolaborasi USK & Uni Eropa, Dari Erasmus Sampai Isu Global Terkini

Wakil Rektor Bidang Akademik USK, Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si., menegaskan bahwa AMF 2025 menunjukkan komitmen USK untuk menghadirkan dampak nyata. Menurutnya, USK ingin mendorong UMKM Aceh agar lebih kompetitif, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga di pasar nasional bahkan internasional.

Untuk itu, Agussabti berharap AMF tidak hanya menjadi seremonial semata, melainkan mampu menumbuhkan jiwa wirausaha di kalangan mahasiswa.

“AMF ini sejalan dengan visi USK untuk mewujudkan sosio-teknopreneur. Harapannya, alumni USK ke depan mampu mengubah pola pikir, dari sekadar pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja,” ujarnya.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, turut menyambut baik terlaksananya AMF. Ia menilai, AMF bukan sekadar expo, melainkan wadah penting untuk memperkuat identitas Aceh sebagai Serambi Mekkah.

USK hadirkan ruang kreatif buat mahasiswa & pelajar jadi entrepreneur muda. (Dok : usk)

“Di dalamnya kita melihat geliat UMKM, produk halal, industri kreatif Islami, hingga inovasi mahasiswa yang lahir dari nilai-nilai Islam dan budaya Aceh,” ucap Illiza.

Illiza berharap AMF mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ekosistem ekonomi halal. Menurutnya, Banda Aceh berpeluang besar tampil sebagai pusat ekonomi halal global, meski ada tantangan yang perlu diatasi, seperti akses pembiayaan syariah yang terbatas, rendahnya literasi keuangan, dan keterbatasan sertifikasi halal.

Sementara itu, Almuniza Kamal menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh sangat mengapresiasi terselenggaranya AMF. Menurutnya, AMF merupakan wadah penting bagi pelaku usaha, khususnya mahasiswa dan generasi muda, untuk menampilkan karya terbaik mereka.

AMF juga menjadi bukti kolaborasi nyata antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, perguruan tinggi, swasta, perbankan, dan masyarakat dalam mengembangkan ekosistem ekonomi halal di Aceh.

“AMF bukan hanya pameran biasa, melainkan ruang perjumpaan ide, kolaborasi, dan jejaring bisnis berbasis kreativitas. Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada USK dan seluruh pihak yang telah berinisiatif melaksanakan kegiatan ini,” tuturnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Usk.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU