ACEH - Bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Aceh Tengah sejak 25 hingga 29 November 2025 masih meninggalkan dampak signifikan.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, melalui rilis resmi yang disampaikan Bupati Haili Yoga pada Jumat (5/12/2025), memaparkan data terbaru terkait situasi pascabencana yang memengaruhi 14 kecamatan dan 295 kampung, dengan total terdampak mencapai 234.710 jiwa.
Wilayah terparah berada di kawasan terisolir yang hingga kini mencakup tujuh kecamatan dan 98 kampung, dengan total 61.997 jiwa terdampak.
Berdasarkan pembaruan data per 3 Desember 2025, terdapat satu kecamatan tambahan yang kembali terisolir. Kecamatan yang terisolasi mencakup Linge, Ketol, Rusip, Bintang, Celala, Kute Panang, dan Silih Nara.
Situasi kemanusiaan masih memerlukan perhatian serius. Sebanyak 38.057 jiwa kini menghuni posko-posko pengungsian. Musibah ini juga menelan korban jiwa: 22 orang meninggal dunia dan 24 lainnya masih dinyatakan hilang.
Baca juga: Akses Putus, 43 Warga Aceh Tengah Ditampung di Banda Aceh: Pemko Turun Tangan
Di sisi infrastruktur, kerusakan merata terjadi di seluruh wilayah terdampak. Sebanyak 2.218 rumah mengalami kerusakan sementara. Akses penting seperti listrik, air bersih, dan jaringan telekomunikasi putus di 14 kecamatan.
Total 74 jembatan rusak berat, terdiri dari 57 jembatan kabupaten, dua jembatan provinsi, dan 15 jembatan nasional. Selain itu, 59 ruas jalan terputus, yang turut menghambat distribusi logistik ke daerah-daerah terisolir.
Fasilitas publik juga mengalami kerusakan. Tercatat 13 sekolah terdampak—sembilan SD dan empat SMP—serta tiga puskesmas, 33 polindes, dan tiga pustu. Pelayanan kesehatan bergerak terus digencarkan di titik pengungsian.
Hingga 30 November 2025, sebanyak 402 jiwa telah mendapatkan layanan kesehatan dengan keluhan umum berupa demam, flu, diare, dan hipertensi. Kelompok rentan yang terdampak meliputi 216 bayi, 1.230 balita, 129 ibu hamil, 408 ibu menyusui, dan 218 lansia.
Baca juga: 86 Jembatan Rusak: Aceh Tengah Fokus Kirim Bantuan Udara ke Desa Terisolir
Kabar baiknya, bantuan dari Kementerian Kesehatan berupa obat-obatan dan alat cuci darah untuk kebutuhan dua pekan telah tiba hari ini. Namun, kebutuhan logistik dasar di lapangan masih sangat mendesak, terutama beras, BBM, LPG, minyak goreng, selimut, obat-obatan, tenda keluarga, dan perlengkapan bayi.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyalurkan bantuan. Donasi mengalir dari berbagai lembaga dan tokoh nasional, termasuk Wakil Gubernur Aceh Fadhullah, Menko Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman, serta Kementerian Kesehatan.
Untuk mempercepat pemulihan, pemerintah daerah menekankan dua kebutuhan utama: prioritas perbaikan jalan penghubung dari provinsi ke kabupaten dan dari kabupaten ke kecamatan, serta penyediaan helikopter guna memastikan distribusi pangan dan logistik ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.
Pemerintah memastikan seluruh sumber daya telah dikerahkan untuk memulihkan kondisi secepat mungkin dan menjamin agar bantuan dapat diterima langsung oleh masyarakat yang paling membutuhkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Diskominfo Aceh Tengah