Jumat, 12 DESEMBER 2025 • 22:20 WIB

PLN Kerahkan 1.476 Personel untuk Pulihkan Listrik Aceh Setelah Banjir

Author

PLN mengerahkan 1.476 personel dari berbagai daerah untuk mempercepat pemulihan listrik di Aceh. (Dok : PLN)

ACEH - PT PLN (Persero) terus mempercepat pemulihan infrastruktur kelistrikan yang rusak akibat banjir di sejumlah wilayah Aceh. Salah satu fokus utama adalah perbaikan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Langsa–Pangkalan Brandan, yang menjadi jalur vital bagi pasokan listrik ke Aceh.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, turun langsung ke lapangan untuk memimpin percepatan pemulihan serta memastikan seluruh sumber daya PLN bekerja maksimal. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pemulihan tidak dapat dicapai tanpa kolaborasi lintas instansi.

“Tim PLN bekerja tanpa henti meskipun di tengah cuaca tidak bersahabat. Mereka harus melewati jalur berlumpur, membawa material secara manual, dan memastikan setiap pekerjaan aman. Kami juga menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat yang memberikan dukungan penuh sehingga progres perbaikan bisa berjalan baik,” ujar Darmawan.

Kerusakan infrastruktur kelistrikan cukup signifikan. Sebelumnya, lima tower SUTT roboh dan tujuh lainnya mengalami kerusakan di jalur transmisi Langsa–Pangkalan Brandan akibat banjir serta pergeseran tanah. Kondisi tersebut membuat Aceh terputus dari sistem kelistrikan besar Sumatra.

Baca juga: PLN Minta Maaf, Listrik Aceh Belum Pulih Total Pascabencana

Untuk mempercepat recovery, PLN mengerahkan 1.476 personel dari berbagai unit PLN di seluruh Indonesia. Para personel ini bertugas memperbaiki tower transmisi, jaringan distribusi ke pelanggan, hingga menyiapkan dukungan armada dan logistik di lokasi terdampak.

General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatera (UIP3BS), Amiruddin, mengatakan bahwa seluruh tim bekerja sepanjang waktu dengan sistem shift.

“Saat ini tim di lokasi secara terus-menerus 24 jam bekerja membangun tower darurat dan melakukan modifikasi untuk perbaikan tower yang rusak,” ujar Amiruddin.

PLN juga menggandeng TNI, khususnya Marinir Batalyon 8 Pangkalan Brandan, untuk membantu pengamanan, mobilisasi personel, serta pembukaan akses logistik di wilayah yang sulit dijangkau. Kolaborasi ini menjadi elemen penting dalam percepatan pemulihan transmisi.

“Prioritas utama kami adalah memastikan penormalan secepatnya. Tim gabungan terus bekerja, meski medan sulit dan cuaca tidak bersahabat, untuk mengembalikan keandalan sistem kelistrikan di Aceh,” tambah Amiruddin.

PLN mengajak seluruh pihak untuk terus memberikan dukungan agar proses pemulihan berlangsung cepat. Semua langkah ini dilakukan demi mempercepat normalisasi sistem kelistrikan Aceh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PLN

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU