Senin, 12 JANUARI 2026 • 23:51 WIB

Bunda Guru Aceh Apresiasi Guru yang Tetap Mengajar Meski Sekolah Terdampak Bencana

Author

Meski sekolah penuh lumpur dan fasilitas minim, para guru Aceh tak pernah absen. Setiap hari mereka hadir, membersihkan ruang kelas agar anak-anak bisa segera belajar kembali. (Dok : Humas Aceh)

ACEH - Ketua TP PKK Aceh, Marlina Muzakir, yang juga dikenal sebagai Bunda Guru Aceh, menyampaikan apresiasi atas semangat para guru dalam mempercepat pemulihan proses belajar mengajar pascabencana banjir, banjir bandang, dan longsor di Aceh.

Apresiasi tersebut ia sampaikan setelah meninjau kondisi SLB Negeri Pembina Aceh Tamiang di Desa Landuh, Kecamatan Rantau, Minggu (11/1/2025).

“Luar biasa, para guru di SLB Negeri Pembina tetap datang setiap hari ke sekolah untuk membersihkan sekolah mereka agar proses belajar mengajar bisa segera terselenggara seperti biasa,” ujar Kak Na.

Ia juga memberikan penghargaan kepada tenaga pendidikan yang tetap hadir meski hanya menggunakan peralatan seadanya.

“Terima kasih atas tekad dan semangat juang para guru dan seluruh tenaga pendidikan di sini. Meski hanya dengan alat seadanya namun tetap hadir selalu untuk membersihkan sekolah. Apresiasi tinggi juga kami sampaikan kepada para siswa dan wali siswa yang juga ikut serta dalam proses pembersihan ini,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Kak Na turut mengapresiasi kedatangan relawan Budha Tzu Chi yang membantu pembersihan di sekolah tersebut.

Baca juga: Sekolah di Bener Meriah Mulai Aktif Lagi, Siswa Belajar di Tenda Pascabencana

“Terima kasih kami sampaikan kepada relawan Budha Tzu Chi atas kesediaannya membantu membersihkan sekolah ini. Terima kasih telah membantu Aceh di masa pemulihan pascabencana ini,” ucapnya.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menjelaskan bahwa para guru tetap hadir setiap hari untuk membersihkan sekolah meskipun mereka sendiri adalah korban bencana.

“Alhamdulillah, atas instruksi Pak Gubernur, saat ini Pemerintah Aceh juga telah menerjunkan alat berat untuk membersihkan seluruh sekolah yang terkena bencana. Selain itu, relawan ASN Pemerintah Aceh juga telah diterjunkan untuk membantu proses pembersihan sekolah dan fasilitas umum lainnya,” kata Murthala.

Usai dari SLB Negeri Pembina, Kak Na bersama Plt Kadisdik meninjau SMA Negeri 1 Kejuruan Muda untuk melihat progres pemulihan di salah satu sekolah favorit di Aceh Tamiang tersebut.

Kadisdik menjelaskan bahwa para guru nantinya akan diberikan insentif sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka yang tetap menjalankan aktivitas belajar mengajar meski fasilitas terbatas.

“Mereka sangat luar biasa Bu, calon penghuni surga semua. Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah akan memberikan insentif kepada para guru dan tenaga pendidik yang tetap menyelenggarakan aktivitas pendidikan meski dalam kondisi seadanya dan fasilitas yang minim,” ujar Kadisdik.

Ia menambahkan bahwa seluruh guru dan tenaga pendidik di Aceh yang terdampak bencana akan menerima insentif sebesar Rp2 juta per bulan selama tiga bulan, yakni Januari, Februari, dan Maret.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Aceh

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU