Selasa, 20 JANUARI 2026 • 23:30 WIB

Good News! Jembatan Merah Mutiara Segera Dibangun Lebih Kuat & Estetik

Author

Pemerintah pusat dan daerah memastikan pembangunan Jembatan Merah Mutiara Silih Nara segera direalisasikan. (Dok : Humas Aceh Tengah 

ACEH - Pemerintah memastikan pembangunan Jembatan Merah Mutiara Silih Nara—yang selama ini dikenal masyarakat sebagai Jembatan Titi Merah—akan segera direalisasikan. Infrastruktur baru yang berlokasi di Kampung Semelit Mutiara, Kecamatan Silih Nara, ini diproyeksikan bukan hanya sebagai jalur vital antarwilayah, tetapi juga sebagai ikon baru bagi Kota Takengon.

Jembatan Titi Merah merupakan akses strategis yang menghubungkan Kecamatan Silih Nara dengan Kecamatan Rusip Antara. Pada November 2025, jembatan tersebut terdampak banjir bandang parah yang menyebabkan kerusakan akibat erosi aliran sungai, meski struktur utamanya masih tetap berdiri.

PPK 3.2 Satker PJM 3 BPJN Aceh, Chandra Erawan, menyampaikan bahwa pemerintah pusat bersama pemerintah daerah telah menyiapkan langkah teknis untuk membangun jembatan baru di titik yang berbeda dari jembatan lama.

“Untuk persiapan lahan, kami sudah mulai finalisasi dan berdiskusi dengan Pak Bupati. Jembatan baru nantinya tidak lagi menggunakan jembatan lama yang sudah ada. Akan dilakukan relokasi titik jembatan agar lebih aman dari gerusan air,” jelas Chandra pada Senin (19/01/2026).

Ia menambahkan bahwa desain jembatan telah disiapkan oleh PT Adhi Karya, dengan konsep yang mempertimbangkan aspek teknis, estetika, dan mitigasi bencana.

“Desainnya memang kami siapkan khusus. Nanti ada beberapa perubahan teknis agar jembatan ini kuat dan aman. Harapannya, jembatan ini bisa menjadi ikon Aceh Tengah. Oleh karena itu, kami mohon dukungan semua pihak, terutama terkait lahan, agar pekerjaan berjalan lancar,” sambungnya.

Baca juga: Jembatan Bailey Totor Pelang Resmi Dibuka, 16 Desa di Aceh Tengah Tak Lagi Terisolir!

Sejumlah kendala teknis dan sosial juga telah dilaporkan kepada Bupati Aceh Tengah untuk dibahas melalui musyawarah bersama masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk mengedepankan dialog dalam setiap proses pembangunan.

“Kami tetap melayani dengan musyawarah, karena masyarakat ini untuk kita semua. Jembatan ini bukan untuk siapa-siapa, tetapi untuk kepentingan bersama,” ujar Bupati.

Ia meminta Camat Silih Nara, para reje, tokoh masyarakat, serta pemilik lahan untuk duduk bersama dan menyelesaikan seluruh persoalan secara kekeluargaan.

“Silakan didiskusikan dengan masyarakat, pemilik lahan, dan kepala desa. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar. Ini peruntukannya untuk kita bersama,” pesan Haili.

Pembangunan jembatan baru ini dirancang dengan mempertimbangkan lokasi yang bebas dari titik rawan erosi sehingga lebih aman dan berkelanjutan dalam jangka panjang. Kehadiran Jembatan Merah Mutiara Silih Nara nantinya diharapkan tidak hanya memulihkan konektivitas pascabencana, tetapi juga memperkuat identitas Aceh Tengah sebagai daerah yang pulih, tangguh, dan berorientasi masa depan.

Dengan desain modern dan posisi strategis, jembatan ini diproyeksikan menjadi salah satu ikon infrastruktur Aceh Tengah sekaligus menunjang aktivitas ekonomi serta mobilitas masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Aceh Tengah

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU