Sabtu, 28 FEBRUARI 2026 • 20:46 WIB

Safari Ramadhan ke Kampung Tanpa Listrik, Wabup Aceh Tengah Janji Listrik Segera Masuk

Author

Wabup Aceh Tengah melaksanakan Tarawih di Kampung Atu Payung yang belum dialiri listrik dan berdialog dengan warga. (Dok : Diskominfo Aceh Tengah)

ACEH - Memasuki hari kelima Safari Ramadhan, Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, M.SP, mengunjungi Kampung Atu Payung, Kecamatan Bintang, Jumat (27/02/2026).

Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana yang sederhana. Pelaksanaan Shalat Isya, Tarawih, dan Witir di kampung itu harus dibantu dengan genset karena hingga kini aliran listrik belum tersedia.

Usai ibadah, anak-anak Kampung Atu Payung menampilkan qasidah bertema bulan suci Ramadhan serta kesenian Didong yang mengangkat kisah musibah banjir dan tanah longsor. Penampilan tersebut menjadi penghibur bagi Wakil Bupati dan tim Safari Ramadhan di tengah keterbatasan fasilitas.

Dalam sambutannya, Reje Kampung Atu Payung, Muhammad Ali, menyampaikan kondisi akses jalan menuju kampung yang masih sulit dilalui. Hal tersebut berdampak pada terhambatnya aktivitas ekonomi masyarakat.

“Perlu Kami laporkan kepada Bapak Wakil Bupati, bahwa saat ini seperti yang Bapak lihat perjalanan menuju Kampung Atu Payung masih sangat kesulitan sehingga mengakibatkan masyarakat sulit menggerakkan roda perekonomiannya. Dari bencana sampai sekarang masyarakat hanya berharap bantuan untuk memenuhi kebetuhan sehari-hari,” ungkap Muhammad Ali.

Ia juga melaporkan kebutuhan pembangunan Masjid Al-Maghfirah yang masih memerlukan kubah, tempat wudhu, dan pagar.

Baca juga: Aceh Tengah Terima Bantuan Rp27,4 Miliar dari Kemensos untuk 3.428 KK

Senada dengan itu, Camat Bintang, Erfan, menyampaikan bahwa kampung tersebut masih membutuhkan fasilitas dasar seperti listrik, air bersih, dan jaringan telekomunikasi.

“Perlu juga Kami laporkan bahwa Kampung Atu Payung ini masih memerlukan listrik, air bersih, serta jaringan telekomunikasi,” ungkap Erfan.

Erfan menambahkan, Kampung Atu Payung termasuk wilayah yang direncanakan untuk direlokasi ke Uyem Mude. Rencana ini dipertimbangkan karena trauma masyarakat pascabencana serta adanya bukit yang rawan longsor dan mengarah langsung ke permukiman warga.

Meski akses cukup jauh dari pusat kecamatan dan kabupaten, semangat ibadah masyarakat tetap tinggi, terlihat dari antusiasme warga memadati Menasah Al-Muttabiin.

Menanggapi keluhan terkait listrik, Wakil Bupati Muchsin menyampaikan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan pihak PLN sebelum berangkat ke lokasi.

“Sebelum kami beranjak ke Kampung Atu Payung, kami sempat menelpon Kepala PLN Takengon, Bapak Furqan, yang menjelaskan dalam minggu depan listrik akan diusahakan masuk Ke Kampung Atu Payung,” jelasnya.

Saat ini tercatat tujuh rumah terdampak bencana, dengan empat unit di antaranya terbawa longsor. Usai pelaksanaan Tarawih dan Witir, Baitul Mal menyerahkan bantuan berupa rice cooker kepada keluarga yang terdampak berat.

Wakil Bupati menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga maupun fasilitas umum yang terdampak bencana.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Bupati Bidang Keistimewaan Aceh, Kemasyarakatan, dan SDM, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja, perwakilan Dinas Perkebunan, serta rombongan lainnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Aceh Tengah

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU