Senin, 20 APRIL 2026 • 23:14 WIB

Pelayanan RSUD Disorot, Wabup: Kunci Ada di Komunikasi

Author

Wakil Bupati Aceh Besar bersama jajaran meninjau dan membahas peningkatan pelayanan serta koordinasi di RSUD. (Dok : MC Aceh Besar)

ACEH - Wakil Bupati Aceh Besar, Syukri A. Jalil, mengajak seluruh tenaga kesehatan (nakes) di lingkungan RSUD Aceh Besar untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan.

Ajakan tersebut disampaikan menyusul dinamika yang terjadi di RSUD Indrapuri. Menurut Syukri, setiap persoalan pada dasarnya dapat diselesaikan secara internal melalui komunikasi yang efektif, baik dengan pimpinan maupun antarinstansi.

Dari hasil pertemuan dan pembahasan bersama, ia menilai permasalahan yang muncul lebih banyak disebabkan oleh hambatan komunikasi dan kurangnya interaksi antarpihak dalam proses penyelesaian.

“Setelah kita pelajari dan kita duduk bersama, persoalan ini sebenarnya bisa kita selesaikan dengan baik. Ada komunikasi yang sempat tersumbat, dan ini yang ke depan harus kita perbaiki bersama,” katanya, Senin (20/04/2026).

Ia menegaskan bahwa seluruh tenaga kesehatan maupun ASN, baik di tingkat daerah maupun unit layanan seperti rumah sakit, merupakan bagian dari satu sistem pemerintahan. Karena itu, setiap persoalan perlu diselesaikan dengan semangat kebersamaan dan tanggung jawab kolektif.

Syukri juga menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Besar tetap berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sebagai bagian dari visi pembangunan daerah di bawah kepemimpinan Bupati Muharram Idris.

Ia optimistis, dengan komunikasi yang lebih terbuka dan koordinasi yang solid, berbagai persoalan di Aceh Besar, termasuk di RSUD Indrapuri, dapat segera diselesaikan.

Baca juga: HUT ke-821 Banda Aceh, RSUD Meuraxa Gelar Sunatan Massal Gratis untuk 100 Anak

“Yang terpenting adalah bagaimana kita bersama-sama mencari solusi terbaik demi pelayanan kepada masyarakat. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Aceh Besar, Bunaiya Putra, menjelaskan bahwa pembayaran jasa medis (jasmed) bagi tenaga kesehatan akan segera dituntaskan. Ia menyebutkan, keterlambatan yang terjadi bukan disengaja, melainkan akibat adanya perubahan regulasi pada Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

“Pada prinsipnya Jasmed itu adalah hak tenaga kesehatan yang harus kita penuhi, namun karena ada perubahan regulasi maka pembayarannya kita sesuaikan dengan aturan yang berlaku,” kata Bunaiya.

Terkait ketersediaan obat, ia memastikan bahwa stok di RSUD Aceh Besar masih tersedia dan terus diupayakan penambahannya agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

“Stok obat tidak kosong, sampai saat ini kami terus mencari solusi agar kebutuhan obat bagi masyarakat tetap ada dan terpenuhi,” tutupnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Aceh Besar Bahrul Jamil, Asisten III Sekda Abdullah, sejumlah kepala OPD, para kepala bagian Setdakab, Direktur RSUD, serta tenaga kesehatan RSUD Aceh Besar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: MC Aceh Besar

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU