Minggu, 03 MEI 2026 • 10:21 WIB

Pasca Kasus Daycare, Kutaraja Siap Data Seluruh Tempat Penitipan Anak

Author

Forkopimcam Kutaraja bersama dinas terkait saat Rakor Asoekeuraja membahas pengawasan daycare, keamanan, dan pembangunan wilayah. (Dok : Polresta Banda Aceh)

ACEH - Rapat Koordinasi (Rakor) Asoekeuraja Kota Banda Aceh menghasilkan sejumlah komitmen strategis untuk mendukung pembangunan Kecamatan Kutaraja ke depan. Kegiatan yang berlangsung di salah satu warung kopi pada Kamis (30/4/2026) itu dihadiri unsur Forkopimcam Kutaraja serta perwakilan sejumlah instansi terkait.

Hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan dari Dinas Sosial, Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3), Dinas Ketenagakerjaan, BPJS, serta Dinas Pendidikan. Forum ini menjadi wadah untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjawab berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Kapolresta Banda Aceh, Andi Kirana, melalui Kapolsek Kutaraja, Samsul Bahri, menyoroti pentingnya pendataan tempat penitipan anak atau daycare di wilayah Kecamatan Kutaraja. Langkah ini dinilai penting, terutama pasca terungkapnya kasus dugaan penganiayaan terhadap balita di salah satu daycare di Banda Aceh.

Baca juga: Darwati Kawal Kasus Dugaan Kekerasan Anak di Daycare Banda Aceh

“Mari datakan Daycare yang ada di Wilayah Kecamatan Kutaraja. Unsur terkait berikan pemahaman bagaimana tata cara pola mengasuh anak yang benar,“ ujarnya.

Selain itu, AKP Samsul Bahri juga meminta para keuchik untuk mendata seluruh daycare maupun lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang beroperasi di wilayah masing-masing. Pendataan ini bertujuan untuk memastikan seluruh fasilitas tersebut memenuhi standar operasional, termasuk aspek perizinan dan pengawasan.

Ia juga mengingatkan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Terlebih, Pemerintah Kota Banda Aceh telah menempatkan 10 personel Satpol PP dan WH di Kecamatan Kutaraja guna mendukung upaya penegakan ketertiban dan syariat Islam.

Menurutnya, keberadaan personel tersebut harus didukung dengan partisipasi aktif masyarakat agar wilayah Kutaraja tetap aman dari tindak kriminalitas maupun pelanggaran norma sosial.

AKP Samsul Bahri juga mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas), termasuk mengantisipasi berbagai hal yang berpotensi mengganggu kenyamanan lingkungan dan pelaksanaan syariat Islam.

Rakor Asoekeuraja ini juga berlangsung interaktif. Para keuchik diberi kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, masukan, dan berbagai persoalan yang dihadapi di wilayah masing-masing kepada unsur Forkopimcam dan dinas terkait. Forum ini diharapkan mampu melahirkan solusi bersama demi mewujudkan Kecamatan Kutaraja yang aman, tertib, dan semakin maju.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Polresta Banda Aceh

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU