Selasa, 30 JUNI 2026 • 22:04 WIB

USK Hadiri Forum Google for Education di Singapura, Dorong Pemanfaatan AI di Kampus

Author

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Dr. Rina Suryani Oktari, menghadiri Google for Education Higher Education Leader Series di Singapura. (Dok : USK)
ACEH -
Universitas Syiah Kuala (USK) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong transformasi digital di lingkungan pendidikan tinggi. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui keikutsertaan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan, Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH, pada ajang Google for Education Higher Education Leader Series yang digelar di Google Singapore Office, Rabu (24/6/2026).

Forum bertajuk “The Science and Strategy of the AI-Powered University” itu dihadiri lebih dari 70 pimpinan perguruan tinggi dari 10 negara di kawasan Asia Pasifik. Kegiatan tersebut menjadi wadah untuk membahas strategi penerapan Artificial Intelligence (AI) dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, mempercepat inovasi riset, serta memperkuat tata kelola perguruan tinggi di era digital.

Salah satu isu utama yang dibahas adalah perubahan paradigma pemanfaatan AI di dunia pendidikan. AI kini tidak lagi diposisikan sekadar sebagai alat bantu, melainkan sebagai Pedagogical AI yang mampu mendukung pembelajaran aktif, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta mengembangkan metakognisi mahasiswa melalui pendekatan berbasis learning science.

Dalam bidang penelitian, AI juga dinilai memiliki peran penting dalam mempercepat analisis data, memperkuat kolaborasi lintas disiplin, dan mendorong lahirnya berbagai inovasi. Namun, para peserta forum turut menyoroti pentingnya menjaga integritas akademik di tengah tantangan seperti plagiarisme, bias AI, dan keaslian karya ilmiah.

Karena itu, pendekatan Human-in-the-Loop menjadi salah satu prinsip yang ditekankan. Melalui pendekatan tersebut, AI berperan sebagai co-pilot yang membantu proses pembelajaran dan penelitian, sementara dosen maupun peneliti tetap menjadi pengambil keputusan utama dalam menjaga kualitas akademik, etika, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Baca juga: Lewat Program Comdev WCU, USK Dorong Perempuan Aceh Siap Hadapi Masa Menopause

Dr. Rina Suryani Oktari mengatakan forum tersebut memberikan perspektif strategis mengenai arah transformasi pendidikan tinggi di tingkat global sekaligus membuka peluang kolaborasi antarperguruan tinggi dalam mengembangkan pemanfaatan AI yang bertanggung jawab.

“Transformasi AI bukan lagi sekadar adopsi teknologi, tetapi bagaimana universitas membangun ekosistem pembelajaran, riset, dan tata kelola yang terintegrasi, berintegritas, dan tetap berpusat pada manusia. AI harus menjadi mitra yang memperkuat kapasitas sivitas akademika, bukan menggantikan peran manusia,” ujarnya.

Menurutnya, diskusi bersama para pimpinan perguruan tinggi di kawasan Asia Pasifik menunjukkan bahwa tantangan pendidikan tinggi saat ini bukan lagi mengenai apakah AI akan digunakan, melainkan seberapa cepat institusi mampu mengintegrasikan teknologi tersebut secara bertanggung jawab ke dalam seluruh ekosistem universitas.

Keikutsertaan USK dalam forum internasional ini menjadi bagian dari strategi memperluas jejaring global sekaligus mengadopsi praktik-praktik terbaik dalam transformasi pendidikan tinggi berbasis teknologi. Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat kualitas pembelajaran, riset, dan tata kelola universitas, serta menghasilkan lulusan yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi perkembangan teknologi di masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: USK

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU