Senin, 27 JULI 2026 • 00:05 WIB

Peringati Hari Anak Nasional, Pemko Banda Aceh Perkuat Komitmen Bangun Generasi Berkualitas

Author

Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, menghadiri Puncak Hari Anak Nasional Provinsi Aceh 2026. (Dok : Diskominfo Banda Aceh)
ACEH -
Kemajuan sebuah kota tidak semata diukur dari megahnya bangunan atau kualitas infrastruktur yang dimiliki. Kota yang benar-benar berkembang lahir dari generasi yang sehat, cerdas, berakhlak mulia, serta tumbuh dalam lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang. Karena itu, masa depan Banda Aceh sedang dipersiapkan melalui perhatian terhadap tumbuh kembang anak sejak dini.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Provinsi Aceh Tahun 2026, Sabtu (25/7/2026).

Menurut Afdhal, Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk mengingatkan bahwa setiap kebijakan pembangunan pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan kualitas generasi penerus bangsa. Karena itu, pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan ruang yang aman, sehat, inklusif, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

“Anak-anak adalah harapan sekaligus amanah. Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan seperti apa Banda Aceh beberapa puluh tahun ke depan. Oleh karena itu, melindungi hak-hak anak dan memastikan mereka tumbuh dengan baik merupakan investasi terbesar yang dapat kita lakukan,” ujarnya.

Afdhal mengatakan, Pemerintah Kota Banda Aceh di bawah kepemimpinan Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal terus memperkuat pembangunan yang berorientasi pada keluarga dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program di bidang pendidikan, kesehatan, perlindungan perempuan dan anak, pembinaan karakter, hingga penyediaan ruang publik yang lebih ramah keluarga.

Ia menilai pembangunan sumber daya manusia tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen, mulai dari keluarga, sekolah, tokoh agama, hingga masyarakat, agar setiap anak memperoleh hak yang sama untuk belajar, bermain, berkarya, dan tumbuh dalam lingkungan yang aman serta mendukung perkembangan mereka.

“Banda Aceh ingin menjadi rumah yang nyaman bagi setiap anak. Rumah yang menghadirkan kesempatan, memberikan perlindungan, sekaligus menanamkan nilai-nilai keislaman, kepedulian sosial, dan semangat untuk terus berprestasi,” katanya.

Baca juga: Belajar dari Alam! 2.000 Anak PAUD Meriahkan Hari Anak Nasional Bersama Bunda PAUD Banda Aceh

Lebih lanjut, Afdhal menjelaskan bahwa perhatian terhadap pemenuhan hak-hak anak merupakan bagian penting dari arah pembangunan Kota Banda Aceh. Berbagai upaya terus dilakukan, mulai dari peningkatan kualitas layanan pendidikan, penguatan pelayanan kesehatan, penyediaan ruang publik yang layak, hingga mendorong berbagai aktivitas positif bagi anak dan remaja agar tumbuh menjadi generasi yang tangguh serta siap menghadapi tantangan masa depan.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya tercermin dari pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas hidup anak-anak yang dapat menikmati masa kecil dengan bahagia, memperoleh pendidikan yang layak, serta memiliki kesempatan mengembangkan bakat dan meraih cita-citanya.

Momentum Hari Anak Nasional, lanjutnya, juga menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk semakin memperkuat perlindungan terhadap anak dari berbagai bentuk ancaman, seperti kekerasan, perundungan, eksploitasi, hingga dampak negatif perkembangan teknologi digital. Ia menegaskan, anak-anak membutuhkan kehadiran orang dewasa yang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan mereka, tetapi juga menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.

“Ketika kita menjaga anak-anak hari ini, sesungguhnya kita sedang menjaga masa depan Banda Aceh. Mari kita memastikan setiap anak tumbuh dengan bahagia, memperoleh haknya secara utuh, dan memiliki kesempatan yang sama untuk menggapai cita-cita. Dari tangan merekalah estafet pembangunan kota ini akan berlanjut,” tutup Afdhal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Diskominfo Banda Aceh

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU