Senin, 27 JULI 2026 • 22:56 WIB

Kemenag Aceh Siapkan Kompetisi Madrasah, Pemenang Bakal Tembus Level Nasional

Author

Kepala Kanwil Kemenag Aceh, H. Azhari, memberikan arahan saat Rapat Sinergitas dan Kolaborasi Kelompok Kerja Kepala Madrasah (K2M). (Dok : Kemenag Aceh)

ACEH - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si., membuka sekaligus memberikan arahan dalam Rapat Sinergitas dan Kolaborasi Kelompok Kerja Kepala Madrasah (K2M) yang berlangsung di Aula Kanwil Kemenag Aceh, Senin (21/7/2026).

Rapat tersebut diikuti pengurus K2M jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), serta kepala Raudhatul Athfal (RA) dari sejumlah kabupaten/kota di Aceh.

Dalam arahannya, Azhari mengajak seluruh jajaran madrasah memperkuat sinergi dan kolaborasi untuk kembali menghidupkan berbagai ajang kompetisi tingkat provinsi sebagai wadah pembinaan peserta didik berprestasi.

Menurutnya, kemitraan yang solid antara K2M, Kanwil Kemenag Aceh, Kantor Kemenag kabupaten/kota, Bidang Pendidikan Madrasah (Penmad), hingga seluruh satuan pendidikan akan menjadi modal penting dalam melahirkan kembali berbagai kegiatan kompetitif yang pernah sukses digelar.

“Nanti hasil dari even provinsi, apa pun nama kompetisinya akan diikutsertakan dalam kompetisi nasional,” harap Kakanwil.

Ia mengingatkan bahwa Kementerian Agama Aceh pernah memiliki berbagai ajang bergengsi, seperti Pekan Olahraga dan Seni (Porseni), Kompetisi Sains Madrasah (KSM), Aksioma, Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI), Madrasah Singer, serta sejumlah kompetisi lainnya yang berhasil melahirkan banyak prestasi.

Karena itu, Azhari berharap seluruh kepala madrasah dapat bersama-sama membangkitkan kembali semangat berprestasi melalui berbagai kegiatan yang terarah dan berkelanjutan.

Rapat tersebut turut dihadiri kepala madrasah dan kepala RA dari Kota Sabang, Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Pidie, Aceh Selatan, Kota Langsa, hingga Kota Subulussalam.

Mengusung tema “Sinergitas dan Kolaborasi Persiapan Penjaringan Siswa Berprestasi Melalui Seni, Sains, Teknologi, dan Olahraga Madrasah”, kegiatan itu juga menjadi forum membahas langkah strategis dalam meningkatkan kualitas peserta didik madrasah.

Baca juga: Kemenag RI Percepat Rehabilitasi Pascabencana Aceh, Gandeng Kampus Percepat Pemulihan

Dalam kesempatan tersebut, Azhari turut mengenang sejumlah capaian pembangunan di lingkungan Kementerian Agama Aceh pada masa sebelumnya, termasuk pembangunan asrama putri Kemenag di kawasan Kopelma Darussalam serta penyelenggaraan berbagai ajang kompetisi bagi siswa dan guru madrasah.

“Semua bisa dilaksanakan secara bersinergi dan berkolaborasi, dengan musyawarah,” kenangnya.

Ia juga menceritakan pengalaman kontingen Kota Sabang yang meski berjumlah relatif sedikit, tetap mampu bersaing dengan daerah lain yang memiliki peserta lebih banyak.

Selain membangun sinergi, Azhari menekankan pentingnya menjaga kekompakan di lingkungan internal Kementerian Agama.

“Ada rahasia yang tak boleh disampaikan ke luar lembaga, yang nanti akan salah dipahami di luar,” ingatnya.

Ia juga mengingatkan seluruh jajaran agar tidak melakukan tindakan yang justru merugikan institusi sendiri.

“Jangan pula ada pihak intern yang coba-coba masukkan gol ke gawang sendiri. Dan pastikan kita merancang dan laksanakan program, juga even-even sesuai regulasi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Aceh, H. Khairul Azhar, S.Ag., M.Si., mengatakan sinergi yang dibangun bersama K2M menjadi langkah penting dalam mempersiapkan penjaringan peserta didik berprestasi melalui berbagai bidang, mulai dari seni, sains dan teknologi, hingga olahraga.

Ia berharap seluruh informasi terkait regulasi madrasah dapat tersosialisasi lebih luas kepada kepala madrasah dan guru, termasuk ketentuan mengenai Bantuan Operasional Sekolah (BOS), tugas tambahan guru, serta berbagai kebijakan lain yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan madrasah.

Pada sesi teknis, Ketua Tim Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Bidang Penmad Kanwil Kemenag Aceh, Chairul Amri, S.Ag., memaparkan sejumlah regulasi terbaru yang menjadi pedoman bagi madrasah.

Beberapa di antaranya meliputi KMA Nomor 512 Tahun 2026 tentang Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), KMA Nomor 1503 Tahun 2025 mengenai kurikulum RA hingga MA/MAK, beserta berbagai aturan turunannya yang mengatur panduan pembelajaran dan sistem asesmen di lingkungan madrasah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kemenag Aceh

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU