Rabu, 18 FEBRUARI 2026 • 22:12 WIB

Spot Ngabuburit Ramai di Banda Aceh, Dari Masjid Hingga Pantai

Author

Masjid Raya Baiturrahman salah satu masjid di Aceh yang kerap menjadi pilihan warga untuk ngabuburit. (Dok : Wikipedia)

ACEH - Ramadhan di Banda Aceh selalu menghadirkan suasana berbeda. Sejak pukul empat sore, jalanan mulai dipenuhi kendaraan. Sebagian warga terlihat membawa keluarga, sebagian lagi berkumpul bersama teman. Tujuannya sama: mengisi waktu menjelang azan Magrib.

Ngabuburit bukan sekadar menunggu berbuka. Di kota ini, ia sudah menjadi bagian dari tradisi musiman yang selalu dirindukan.

Beberapa titik hampir tak pernah absen dari keramaian setiap tahunnya.

Masjid Raya Baiturrahman, Titik Kumpul Paling Ikonik

Setiap sore Ramadhan, halaman Masjid Raya berubah menjadi ruang publik terbuka. Warga duduk berkelompok di bawah payung-payung besar, anak-anak berlarian kecil, sementara pedagang takjil mulai menggelar dagangan di sekitar kawasan.

Banyak yang datang bukan hanya untuk berbuka, tetapi juga menikmati ketenangan suasana religius menjelang Magrib. Saat azan berkumandang, sebagian berbuka di halaman, sebagian lainnya masuk ke dalam masjid untuk salat berjamaah.

Blang Padang, Ramai Sejak Menjelang Senja

Lapangan kota ini selalu jadi magnet. Ada yang berolahraga ringan, ada yang sekadar duduk di tepi lapangan sambil berbincang. Sore hari terasa lebih hidup karena pedagang minuman segar dan gorengan berjejer di sekitar area.

Blang Padang cocok bagi yang ingin suasana terbuka dengan angin yang cukup sejuk.

Pantai Ulee Lheue, Menunggu Magrib dengan Pemandangan Laut

Bagi pecinta suasana pantai, Ulee Lheue hampir tak pernah sepi saat Ramadhan. Menjelang matahari terbenam, langit berubah warna keemasan. Banyak warga memanfaatkan momen itu untuk berfoto atau sekadar duduk menghadap laut.

Baca juga: Banyak yang Belum Tahu, Begini Niat dan Tata Cara Mandi Wajib

Pedagang minuman dingin dan camilan ringan biasanya mulai ramai sekitar pukul lima sore.

Taman Putroe Phang, Alternatif Lebih Tenang

Jika ingin suasana lebih santai, taman ini bisa menjadi pilihan. Pepohonan rindang membuat udara terasa lebih sejuk. Banyak keluarga memilih lokasi ini karena relatif nyaman untuk anak-anak.

Meski tidak seramai titik lain, Putroe Phang tetap jadi opsi menarik untuk ngabuburit tanpa terlalu berdesakan.

Peunayong dan Sekitarnya, Surganya Pemburu Takjil

Ramadhan identik dengan berburu jajanan berbuka. Kawasan Peunayong termasuk yang paling padat menjelang Magrib. Deretan pedagang menjual aneka kue tradisional, kolak, es buah, hingga lauk siap santap.

Warga biasanya datang lebih awal agar tidak kehabisan menu favorit.

Darussalam dan Lamnyong, Ramai oleh Anak Muda

Kawasan sekitar kampus juga tak kalah hidup. Mahasiswa dan warga sekitar memenuhi pinggir jalan untuk membeli takjil atau sekadar nongkrong ringan sambil menunggu azan. Suasananya cenderung santai dan penuh obrolan ringan.

Di Banda Aceh, ngabuburit terasa seperti momen sosial. Orang-orang yang mungkin jarang bertemu di hari biasa bisa duduk bersama menjelang berbuka. Anak-anak bermain, orang tua berbincang, pedagang menggantungkan rezeki di bulan penuh berkah.

Namun warga tetap diimbau menjaga ketertiban dan kebersihan. Datang lebih awal bisa menghindari kepadatan parkir, dan memilih lokasi yang sesuai akan membuat waktu menunggu terasa lebih nyaman.

Ramadhan hanya datang setahun sekali. Dan sore hari di Banda Aceh selalu punya cara sendiri untuk membuatnya terasa istimewa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU