Selasa, 16 JUNI 2026 • 00:13 WIB

Jelajah Gunung Burni Telong di Bener Meriah, Destinasi Favorit Pendaki dengan Panorama Negeri di Atas Awan

Author

Gunung Burni Telong di Kabupaten Bener Meriah menjadi salah satu destinasi favorit para pendaki di Aceh. (Dok : Dinas Pariwisata BM)
ACEH -
Gunung Burni Telong menjadi salah satu tujuan pendakian paling populer di Aceh. Gunung berapi aktif yang berada di kawasan dataran tinggi Gayo ini menawarkan panorama alam yang memikat, mulai dari hamparan perkebunan kopi, lautan awan, hingga pemandangan matahari terbit yang menjadi daya tarik utama bagi para pendaki.

Dengan ketinggian sekitar 2.624 meter di atas permukaan laut (mdpl), Burni Telong terletak di wilayah Kabupaten Bener Meriah dan berbatasan dengan Kabupaten Aceh Tengah. Karakter jalurnya yang relatif bersahabat membuat gunung ini kerap menjadi pilihan bagi pendaki pemula yang ingin merasakan pengalaman mendaki gunung untuk pertama kalinya.

Pesona Burni Telong dari Kaki hingga Puncak

Burni Telong dikenal memiliki bentang alam yang beragam. Di awal perjalanan, pendaki akan disuguhi pemandangan perkebunan dan vegetasi pegunungan yang masih terjaga. Semakin mendekati puncak, lanskap berubah menjadi area terbuka yang memungkinkan pendaki menikmati panorama pegunungan Bukit Barisan dari berbagai sudut.

Saat cuaca cerah, puncak Burni Telong menyajikan pemandangan spektakuler berupa lautan awan yang membentang luas. Momen matahari terbit menjadi salah satu waktu yang paling dinanti karena menghadirkan perpaduan warna langit yang memukau di atas dataran tinggi Gayo.

Jalur Pendakian Resmi dan Estimasi Waktu Tempuh

1.Jalur Pendakian via Rembune

Jalur Rembune merupakan rute yang paling banyak digunakan pendaki. Titik awal pendakian berada di kawasan Kampung Rembune, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah.

Medan pendakian pada jalur ini relatif jelas dan mudah diikuti. Pendaki akan melewati beberapa titik istirahat sebelum mencapai kawasan puncak. Dengan kondisi fisik yang baik, perjalanan menuju puncak umumnya dapat ditempuh dalam waktu sekitar tiga hingga lima jam.

Karena tingkat kesulitannya yang tidak terlalu tinggi, jalur ini cukup direkomendasikan bagi pendaki pemula maupun wisatawan yang ingin menikmati keindahan Burni Telong tanpa harus menghadapi medan ekstrem.

2. Jalur Alternatif via Wih Pesam

Selain Rembune, terdapat jalur alternatif melalui kawasan Wih Pesam. Jalur ini cenderung lebih menantang karena memiliki beberapa tanjakan yang cukup terjal dan vegetasi yang lebih rapat.

Rute tersebut umumnya dipilih oleh pendaki yang telah memiliki pengalaman mendaki sebelumnya. Estimasi waktu tempuh menuju puncak berkisar antara empat hingga enam jam, tergantung kondisi cuaca dan kemampuan fisik pendaki.

Ketersediaan Mata Air dan Area Camping

Salah satu hal yang perlu diperhatikan sebelum mendaki Burni Telong adalah ketersediaan sumber air. Pendaki disarankan membawa persediaan air yang cukup sejak dari basecamp karena sumber air tidak selalu tersedia di sepanjang jalur pendakian, terutama mendekati area puncak.

Bagi pendaki yang ingin bermalam, tersedia sejumlah lokasi yang biasa digunakan sebagai area berkemah. Titik-titik tersebut berada di kawasan yang relatif datar dan aman untuk mendirikan tenda.

Meski demikian, banyak pendaki memilih melakukan pendakian pulang-pergi dalam satu hari atau dikenal dengan istilah tektok karena jarak tempuh menuju puncak tergolong tidak terlalu panjang.

Registrasi Pendakian dan Informasi Tiket Masuk

Sebelum memulai pendakian, pengunjung diwajibkan melakukan registrasi di basecamp pendakian. Pendataan dilakukan untuk memudahkan pengelola memantau jumlah pendaki yang berada di kawasan gunung.

Besaran tiket masuk dan ketentuan pendakian dapat berubah sesuai kebijakan pengelola. Karena itu, calon pendaki disarankan mencari informasi terbaru melalui pengelola basecamp atau komunitas pendaki setempat sebelum melakukan perjalanan.

Baca juga: Gunung Burni Telong: Destinasi Hits Gayo yang Pernah 5 Kali Meletus

Persiapan dan Tips Keselamatan

Persiapan fisik menjadi faktor penting sebelum melakukan pendakian. Pendaki disarankan berolahraga secara rutin beberapa hari sebelum keberangkatan agar tubuh lebih siap menghadapi medan yang menanjak.

Perlengkapan yang sebaiknya dibawa antara lain jaket hangat, jas hujan, sepatu gunung, senter atau headlamp, obat-obatan pribadi, makanan ringan, serta persediaan air minum yang cukup.

Suhu udara di kawasan puncak dapat terasa sangat dingin, terutama menjelang pagi hari. Oleh sebab itu, penggunaan pakaian berlapis sangat dianjurkan untuk menjaga kondisi tubuh tetap hangat selama perjalanan.

Selain itu, pendaki juga diminta selalu memperhatikan kondisi cuaca dan menghindari pendakian saat hujan lebat atau ketika kabut tebal menyelimuti jalur pendakian.

Akses Menuju Basecamp Burni Telong

Gunung Burni Telong dapat diakses dengan cukup mudah dari berbagai daerah di Aceh. Dari pusat Kota Takengon, perjalanan menuju basecamp memerlukan waktu sekitar satu hingga satu setengah jam menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Sementara dari Banda Aceh, perjalanan darat menuju Kabupaten Bener Meriah dapat ditempuh dalam waktu sekitar enam hingga delapan jam.

Kondisi jalan menuju lokasi pendakian umumnya sudah memadai sehingga dapat dilalui kendaraan pribadi maupun transportasi umum yang melayani rute ke wilayah Bener Meriah.

Destinasi Pendakian Favorit di Aceh

Keindahan panorama alam, jalur yang relatif ramah bagi pemula, serta akses yang mudah dijangkau menjadikan Gunung Burni Telong sebagai salah satu destinasi pendakian favorit di Aceh.

Bagi pecinta alam yang ingin menikmati pesona dataran tinggi Gayo dari ketinggian, Burni Telong menawarkan pengalaman mendaki yang lengkap, mulai dari tantangan medan, keindahan lanskap, hingga momen matahari terbit yang menjadi daya tarik utama di puncaknya.

Status Terkini Gunung Burni Telong

Selain menjadi destinasi wisata alam dan pendakian, Burni Telong juga merupakan gunung api aktif yang terus dipantau oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Hingga pertengahan tahun 2026, Gunung Burni Telong masih berstatus Level II (Waspada). Meski aktivitas vulkaniknya terpantau relatif stabil, masyarakat, wisatawan, dan pendaki tetap diminta untuk tidak mendekati area kawah aktif sesuai rekomendasi yang dikeluarkan PVMBG.

Pendaki juga diimbau untuk selalu mematuhi arahan petugas, memperhatikan kondisi cuaca, serta menghindari area yang berpotensi terpapar gas vulkanik, terutama saat cuaca mendung atau hujan.

Catatan: Informasi status Gunung Burni Telong diperbarui berdasarkan data resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada saat artikel ini diterbitkan. Karena aktivitas gunung api dapat berubah sewaktu-waktu, pendaki dan wisatawan disarankan untuk selalu memantau informasi terbaru dari PVMBG atau Pos Pengamatan Gunung Api Burni Telong sebelum melakukan pendakian.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU