Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 13 OKTOBER 2025 • 23:23 WIB

Aceh Barat Jadi Daerah Paling Progresif dalam Pelestarian Cagar Budaya di Aceh

Aceh Barat Jadi Daerah Paling Progresif dalam Pelestarian Cagar Budaya di AcehDari situs bersejarah sampai tarian rakyat, Aceh Barat buktikan budaya itu hidup, bukan sekadar kenangan. (Dok : Humas Aceh Barat)

ACEH - Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Aceh Barat mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Aceh Barat yang dinilai sebagai salah satu daerah paling progresif di Aceh dalam upaya pelestarian cagar budaya dan warisan budaya takbenda.

Apresiasi tersebut disampaikan di sela peringatan HUT Kota Meulaboh ke-437 dan Pekan Kebudayaan Aceh Barat (PKAB) 2025, Minggu (12/10/2025).

Ketua TACB Aceh Barat, Dr. Rahmad Syah Putra, M.Pd., M.Ag., mengatakan bahwa Pemkab Aceh Barat menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga warisan sejarah daerah melalui inventarisasi situs bersejarah, edukasi masyarakat, serta pelibatan komunitas muda dalam kegiatan budaya.

“Pelestarian budaya di Aceh Barat kini bukan sekadar menjaga masa lalu, tetapi juga memberi manfaat pendidikan dan ekonomi bagi masyarakat,” ujar Rahmad.

Sepanjang tahun 2025, kata Rahmad, Pemkab Aceh Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah menetapkan delapan objek cagar budaya baru, di antaranya Makam Teuku Umar Johan Pahlawan, Masjid Tuha Mugo, dan Meriam Arongan Lambalek.

Selain itu, lima unsur budaya juga ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb), yakni Malam Boh Gaca, Si Dalupa, Motif Sulu Bayung Aceh Barat, Bloh Apui, dan Tari Pho. 

Baca juga: HUT Meulaboh & PKAB 2025 Dibuka, Warga Antusias Rayakan Budaya Lokal!

Menurut Rahmad, pencapaian tersebut mencerminkan kemajuan nyata pelestarian budaya di tingkat daerah, termasuk melalui pelaksanaan Festival Warisan Budaya Aceh Barat 2025 yang melibatkan pelajar, seniman, dan komunitas lokal.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Barat, Kartika Eka Sari, S.STP., M.Si., menyebut bahwa pihaknya tengah mempersiapkan dua program besar, yakni Ensiklopedia Kebudayaan Aceh Barat dan rencana pendirian Museum Daerah.

“Kami ingin warisan budaya tidak hanya dipertunjukkan, tetapi juga dipelajari dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Kartika menegaskan bahwa pelestarian budaya ke depan akan diperkuat melalui digitalisasi arsip sejarah, penguatan komunitas budaya, dan promosi wisata berbasis warisan lokal.

“Cagar budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan fondasi masa depan. Dengan pelestarian yang terencana, kita memperkuat jati diri dan daya saing daerah,” tegas Kartika.

Sebagai informasi, TACB Aceh Barat merupakan tim independen yang dibentuk berdasarkan rekomendasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk memberikan pertimbangan ilmiah dalam penetapan dan perlindungan cagar budaya di tingkat kabupaten.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Aceh Barat

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Aceh Barat Jadi Daerah Paling Progresif dalam Pelestarian Cagar Budaya di Aceh

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!