ACEH - Ketua Pengadilan Tinggi Banda Aceh, Nursyam, S.H., M.Hum., melakukan pembinaan dan pengawasan kepada seluruh jajaran Pengadilan Negeri Banda Aceh, Selasa (26/05/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri para Hakim Tinggi Pengawas Daerah (Hatiwasda) dan berlangsung di Aula Pengadilan Negeri Banda Aceh.
Dalam arahannya, Nursyam menegaskan bahwa kehadiran dirinya bersama para hakim tinggi bukan karena adanya temuan tertentu, melainkan bagian dari pembinaan rutin tahunan kepada pimpinan, hakim, serta seluruh aparatur Pengadilan Negeri Banda Aceh, baik di bagian kepaniteraan maupun kesekretariatan.
“Pembinaan dan pengawasan ini bukan karena ada temuan sesuatu, tetapi hanya pembinaan rutin yang bersifat reguler tahunan,” ujar Nursyam saat membuka kegiatan.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Pengadilan Tinggi Banda Aceh menyampaikan pembinaan dengan mengangkat tema tentang “hati”.
Ia menjelaskan bahwa setiap hakim dan aparatur pengadilan harus bekerja dengan rendah hati, menjunjung sopan santun, menghormati sesama, serta berani mengakui kesalahan.
“Di Pengadilan, kita sesama Hakim tidak ada kepala, yang ada Ketua, yaitu orang yang dituakan. Maka hormatilah orang yang dituakan,” katanya.
Menurutnya, seorang hakim tidak boleh bersikap sombong maupun haus pujian. Selain itu, seluruh aparatur pengadilan juga diminta untuk selalu bersikap hati-hati dalam menjalankan tugas.
“Kita harus selalu cermat dan waspada karena pekerjaan kita menimbulkan konsekuensi pro-kontra bagi para pihak. Pihak yang kalah tentu kecewa kepada hakim. Makanya harus hati-hati,” ujarnya.
Nursyam menekankan bahwa hakim harus berpihak kepada keadilan, bukan kepada pihak yang sedang berperkara.
Baca juga: Awal 2026, Pengadilan Tinggi Banda Aceh Tuntaskan 253 Perkara Banding
“Kita para hakim harus berpihak pada keadilan, bukan pada para pihak yang kita adili. Ingat produk kita selaku hakim dan aparatur pengadilan adalah keadilan. Karenanya, junjung integritas setinggi mungkin,” tegasnya.
Selain bekerja dengan rendah hati dan penuh kehati-hatian, ia juga mengingatkan pentingnya bekerja dengan sepenuh hati dan penuh keikhlasan.
Menurutnya, kantor pengadilan tidak hanya menjadi tempat mencari nafkah, tetapi juga ruang pengabdian dan ibadah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Diskominfo Banda Aceh