Minggu, 26 APRIL 2026 • 00:37 WIB

Belajar dari Tsunami, Banda Aceh Dorong Kota Tangguh dan Solid

Author

Belajar dari pengalaman, Banda Aceh terus mendorong kolaborasi antar kota untuk memperkuat ketangguhan menghadapi bencana dan krisis iklim. (Dok : Diskominfo Banda Aceh)

ACEH - Pengalaman pahit saat bencana tsunami 2004 telah membentuk Banda Aceh menjadi kota yang terus belajar tentang pentingnya ketangguhan dan solidaritas. Dari peristiwa itu, Banda Aceh memahami bahwa menghadapi bencana tidak cukup dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kerja sama dan kepedulian bersama.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, dalam Rapat Kerja Komisariat Wilayah I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang berlangsung di Anggun Ballroom Hotel Muraya, Senin (20/4/2026).

Dalam forum tersebut, Illiza menegaskan bahwa membangun kota yang tangguh tidak bisa dilakukan secara parsial. Menurutnya, kolaborasi antardaerah menjadi kunci utama, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks.

Saat ini, kata Illiza, kota-kota di Indonesia dihadapkan pada ancaman baru berupa perubahan iklim. Kondisi cuaca yang semakin tidak menentu serta meningkatnya risiko bencana menuntut setiap daerah, khususnya di Sumatera, untuk lebih responsif, adaptif, dan terhubung satu sama lain.

Baca juga: City Hijau Dimulai! Wali Kota Tanam Pohon Bareng Delegasi APEKSI

Komitmen itu, lanjutnya, telah diwujudkan Pemerintah Kota Banda Aceh melalui berbagai aksi nyata, termasuk memberikan bantuan kepada daerah-daerah yang terdampak banjir di Aceh maupun wilayah lain di Sumatera dalam beberapa waktu terakhir.

“Bantuan yang diberikan menjadi wujud nyata bahwa ketangguhan kota juga mencerminkan kepedulian terhadap wilayah terdampak yang sedang mengalami krisis,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komwil I APEKSI, Rico Tri Putra Bayu Waas, juga menekankan pentingnya sinergi antar kota dalam menghadapi tantangan global, termasuk krisis iklim dan bencana yang tidak mengenal batas administratif.

Ia mengajak seluruh pemerintah kota yang tergabung dalam Komwil I APEKSI untuk terus memperkuat semangat kebersamaan, terutama dalam membantu daerah yang sedang dilanda bencana, baik di Aceh maupun wilayah lain di Sumatera.

“Sebagai bentuk nyata kolaborasi dan solidaritas antar daerah, ketika satu daerah terdampak, maka yang lain tidak boleh diam. Inilah semangat kebersamaan yang harus kita bangun,” ujarnya.

Rapat kerja ini tidak hanya menjadi wadah koordinasi, tetapi juga momentum untuk memperkuat konsolidasi antarkota dalam menghadapi berbagai krisis. Forum tersebut sekaligus menegaskan pentingnya aksi kolektif dalam penanganan bencana di masa depan.

Dalam kesempatan itu, Rico turut mengapresiasi langkah Banda Aceh yang mampu belajar dari pengalaman masa lalu dan kini aktif mendorong gerakan solidaritas serta kolaborasi antar daerah demi mewujudkan masa depan yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Diskominfo Banda Aceh

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU