Selasa, 30 JUNI 2026 • 22:52 WIB

USK Jadi Tuan Rumah Penyusunan Grand Design Sistem Informatika Kearsipan Nasional

Author

Universitas Syiah Kuala menjadi tuan rumah diskusi strategis penyusunan Grand Design Sistem Informatika Kearsipan Nasional yang melibatkan ANRI dan BRIN. (Dok : USK)
ACEH - 
Universitas Syiah Kuala (USK) menjadi tuan rumah diskusi strategis bertajuk “Pengumpulan Informasi dan Validasi Data Kajian Grand Design Sistem Informatika Kearsipan Nasional” yang digelar di Ruang VIP Gedung AAC Dayan Dawood, Selasa (30/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola kearsipan nasional melalui transformasi digital yang terintegrasi.

Diskusi menghadirkan dua narasumber dari lembaga nasional, yakni Riko Priyatmo Ramudin, S.I.P., M.H., Analis Kebijakan Ahli Muda Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), serta Novi Savarianti Fahrani, S.H., M.H., Peneliti Ahli Muda Direktorat Kebijakan Politik, Hukum, Pertahanan, dan Keamanan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Dalam pemaparannya, Riko menekankan pentingnya membangun sistem kearsipan nasional yang terintegrasi sebagai implementasi Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

“Penyusunan grand design ini bertujuan untuk menyelaraskan tata kelola kearsipan secara nasional agar lebih terpadu. Fokus utamanya adalah meningkatkan efektivitas koordinasi antarlembaga serta memperkuat keamanan data melalui transformasi digital,” ujar Riko.

Ia juga mengungkapkan bahwa Aceh diproyeksikan menjadi pusat referensi arsip kebencanaan nasional. Menurutnya, peran tersebut diharapkan mampu memperkuat sistem dokumentasi dan pelestarian arsip yang berkaitan dengan berbagai peristiwa kebencanaan di Indonesia.

USK Perkuat Komitmen Dukung “Satu Data Indonesia”

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Keuangan USK, Dr. Fairuzzabadi, S.E., M.Sc., menyampaikan bahwa penyusunan grand design tersebut merupakan langkah strategis dalam mendukung implementasi program Satu Data Indonesia.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyediakan data, hasil riset, dan pengetahuan yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan nasional.

“Bagi USK, grand design ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan upaya strategis membangun knowledge hub yang dapat diakses semua orang. Kami berkomitmen penuh untuk menyumbangkan data riset dan ekosistem pengetahuan yang ada di kampus ini agar bisa bermanfaat luas bagi masyarakat dan bangsa,” tegas Fairuzzabadi.

Baca juga: Banda Aceh Jadi Tuan Rumah, 21 Wali Kota Hadir di Raker APEKSI 2026

Komitmen tersebut, lanjutnya, menjadi bagian dari kontribusi USK dalam memperkuat integrasi data nasional sekaligus mendorong pemanfaatan hasil penelitian sebagai dasar pengambilan kebijakan berbasis data.

Didukung Puluhan Arsiparis Profesional

Sementara itu, Kepala Arsip dan Museum USK, Husni Friady, S.T., M.M., memaparkan kesiapan sumber daya manusia di bidang kearsipan yang dimiliki universitas.

Saat ini, USK memiliki 41 tenaga kearsipan, yang terdiri atas 12 arsiparis ahli madya, 26 arsiparis ahli muda, dan 3 arsiparis ahli pertama. Selain itu, universitas juga mengelola 108 unit kearsipan dari total 302 unit kerja, yang tengah bersiap menghadapi perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) pada 2026.

“Kami terus melakukan pembinaan kearsipan secara bertahap di seluruh unit kerja. Kami siap bersinergi untuk memastikan sistem kearsipan USK semakin adaptif dan terstandarisasi,” ujar Husni.

Ia menambahkan, penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung terciptanya sistem kearsipan yang modern, terintegrasi, dan sesuai dengan standar nasional.

Menjadi Acuan Pengelolaan Arsip Nasional

Grand design yang tengah disusun nantinya akan menjadi pedoman bagi instansi pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun perguruan tinggi dalam mewujudkan tata kelola kearsipan yang tertib dan terstandarisasi sesuai amanat Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan.

Melalui kolaborasi antara ANRI, BRIN, dan perguruan tinggi, diharapkan lahir sistem informatika kearsipan nasional yang semakin terintegrasi, mudah diakses, serta mampu menjaga memori kolektif bangsa. Sinergi tersebut juga menjadi fondasi penting dalam mendukung transformasi digital sektor kearsipan sekaligus memastikan informasi strategis tetap terpelihara bagi generasi mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: USK

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU