Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 30 OKTOBER 2025 • 02:52 WIB

Bimtek AI & Pendidikan Karakter di Aceh: Muhammadiyah Didorong ke Standar Global

Bimtek AI & Pendidikan Karakter di Aceh: Muhammadiyah Didorong ke Standar GlobalMohammad Sofyan dorong sekolah Muhammadiyah tingkatkan kualitas pendidikan hingga berstandar global seperti di Jerman. (Dok : Rizki Maulizar)

ACEH - Tenaga Ahli Menteri Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) yang juga Bendahara Majelis Dikdasmen Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Mohammad Sofyan, menegaskan bahwa pendidikan di sekolah-sekolah Muhammadiyah harus mampu mencapai standar seperti sistem pendidikan di Jerman.

“Saya berharap proses pendidikan di sekolah-sekolah Muhammadiyah harus terus meningkat, harus bisa berstandar seperti pendidikan di Jerman,” ujar Mohammad Sofyan.

Pernyataan itu ia sampaikan saat memberikan arahan pada pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Mendalam, Koding AI, dan Penguatan Pendidikan Karakter, yang digelar di Hotel Kyriad Muraya, Banda Aceh, Selasa (29/10/2025).

Sofyan menambahkan, kegiatan Bimtek regional Aceh ini sangat penting untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas para pendidik Muhammadiyah di seluruh Indonesia, termasuk di Aceh.

Acara tersebut diselenggarakan oleh Direktorat Sekolah Dasar Kementerian Dikdasmen bekerja sama dengan Majelis Dikdasmen Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Baca juga: SMAN 10 Fajar Harapan Masuk Program Sekolah Garuda, Cetak Generasi Saintis Masa Depan!

Turut hadir dalam pembukaan acara, antara lain:

  • Dr. KH Saad Ibrahim, Ketua PP Muhammadiyah;
  • A. Malik Musa, M.Hum, Ketua PWM Aceh;
  • Dr. Aslam Nur, Rektor Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha);
  • Dr. Amiruddin, Bendahara PWM Aceh;
  • Dr. Taqwaddin, Koordinator Dikdasmen PWM Aceh;
  • serta Dr. Iskandar Muda, Ketua Majelis Dikdasmen PWM Aceh.

Bimtek ini diikuti oleh 100 peserta yang berasal dari sekolah-sekolah Muhammadiyah di seluruh Aceh — mulai dari tingkat dasar hingga menengah atas — dan difasilitasi oleh 14 fasilitator nasional.

Sementara itu, Dr. KH Saad Ibrahim dalam sambutannya menekankan bahwa sistem pendidikan Muhammadiyah tidak harus sepenuhnya meniru metode pendidikan Barat seperti “pembelajaran mendalam” atau “koding AI”.

“Kita tidak perlu mengacu sistem pendidikan kita dengan metode pendidikan mendalam, koding AI dan Penguatan Pendidikan Karakter persis seperti di Barat. Tetapi kita perlu memodifikasinya sebagaimana diajarkan oleh Prof. B.J. Habibie, yaitu dengan mengadopsi pola pendidikan Imtaq dan Iptek,” jelasnya.

Menurut KH Saad, yang juga dikenal sebagai mantan Ketua PWM Jawa Timur sekaligus tokoh yang membeli gereja untuk dijadikan masjid di Spanyol, Muhammadiyah harus mampu memadukan dimensi teologis dan dimensi sains-teknologi dalam pengembangan sistem pendidikannya.

Sebagai Koordinator Dikdasmen Muhammadiyah Aceh, Dr. Taqwaddin menyampaikan apresiasi kepada pihak Kementerian Dikdasmen, khususnya kepada Mohammad Sofyan.

“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih khusus kepada Mas Sofyan atas bantuannya sehingga terselenggaranya acara penting ini. Apalagi para guru kami diinapkan di hotel berbintang. Ini mungkin hampir semua para peserta belum pernah menginap di hotel semewah ini,” ungkap Taqwaddin dengan gembira.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Bimtek AI & Pendidikan Karakter di Aceh: Muhammadiyah Didorong ke Standar Global

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!