ACEH - Bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh Tengah telah menciptakan situasi darurat. Akses vital terputus di 14 kecamatan, dan data terbaru mencatat 24 jiwa masih dinyatakan hilang.
Hal ini disampaikan Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, dalam siaran langsung dengan media nasional pada Minggu (30/11/2025), mengutip laporan resmi Kepala BPBD, Andalika, yang mencakup periode 25 hingga 29 November 2025.
Bupati Haili Yoga mengungkapkan bahwa kerugian yang ditimbulkan sangat masif, dengan total 54.199 jiwa terpaksa mengungsi dan korban meninggal dunia mencapai 21 jiwa. “Data ini menunjukkan skala bencana yang kita hadapi. Prioritas pertama kami adalah mencari 24 saudara kita yang hilang dan memastikan semua pengungsi mendapatkan kebutuhan dasar,” ujar Haili Yoga dengan nada prihatin.
Meski hambatan akses masih besar, Haili Yoga menyampaikan kabar baik terkait distribusi bantuan. Logistik dari Pemerintah Provinsi dan Pusat sudah mulai masuk melalui jalur udara untuk menjangkau desa-desa yang terisolir.
“Alhamdulillah, bantuan udara, khususnya logistik dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat, sudah mulai masuk. Ini sangat membantu kami mendistribusikan kebutuhan pokok seperti beras dan minyak,” kata Haili Yoga.
Baca juga: BBM Habis & Bantuan Terhambat, Aceh Tengah Berjuang di Tengah Krisis Logistik
Namun, ia menegaskan bahwa volume bantuan tersebut masih sangat kurang jika dibandingkan dengan puluhan ribu warga yang terdampak. Selain itu, upaya penyaluran bantuan di lapangan juga sangat terkendala.
“Bantuan yang masuk masih sangat kurang. Di sisi penyaluran, masalah utama kami adalah keterbatasan BBM dan banyaknya jalan yang terputus. Sebanyak 59 ruas jalan masih sulit dilalui dan ini menghambat mobilisasi tim kami,” terangnya.
Laporan mencatat sebanyak 779 unit rumah warga mengalami rusak berat. Bahkan, putusnya jaringan listrik dan telekomunikasi sempat terjadi di 14 kecamatan, meski sebagian besar kini sudah mulai pulih dengan bantuan internet satelit.
Bupati juga mengakui adanya krisis sembako sandang/pangan di wilayah terdampak. Akses air bersih tidak tersedia, sementara stok Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sangat terbatas diprioritaskan untuk operasional evakuasi dan pengiriman bantuan.
Layanan kesehatan bergerak telah menjangkau 402 jiwa pengungsi. Perawatan khusus diberikan kepada kelompok rentan, termasuk 1.230 balita serta ratusan ibu hamil dan menyusui yang membutuhkan penanganan medis spesifik.
“Stok obat anti-biotik dan analgetik kami saat ini hanya 300 buah. Untuk kebutuhan cuci darah, BHP hanya tersedia sampai 3 Desember. Ini kritis. Kami perlu pasokan obat-obatan standar secepat mungkin,” ujarnya.
Di akhir laporannya, Bupati Haili Yoga menegaskan komitmen pemerintah untuk bekerja tanpa lelah. “Kami mohon dukungan dari semua pihak. Kami yakin, dengan kerja sama, Aceh Tengah akan segera pulih dari bencana ini,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Diskominfo Aceh Tengah