PLN memodifikasi crane sebagai tower darurat untuk menyambungkan kembali listrik Aceh. Meski medan berat dan penuh lumpur, pemulihan tetap dikebut. (Dok : PLN)
ACEH - Upaya pemulihan pasokan listrik di Aceh terus dikejar meski kondisi lapangan masih sangat menantang pascabencana. Untuk memastikan listrik kembali mengalir secara bertahap ke masyarakat, PT PLN (Persero) melakukan inovasi pemulihan jaringan transmisi 150 kilovolt (kV) Pangkalan Brandan–Langsa dengan memanfaatkan alat berat (crane) sebagai tower darurat. Langkah ini memungkinkan interkoneksi sistem kelistrikan Sumatra–Aceh kembali tersambung sehingga listrik dapat dialirkan secara bertahap dan aman.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa metode tersebut dipilih karena kondisi lapangan di salah satu titik transmisi di Aceh Tamiang tidak memungkinkan untuk membangun tower darurat dalam waktu singkat.
“Di lapangan, kami menghadapi endapan lumpur, material sisa banjir, serta akses kerja yang terbatas. Kondisi ini membuat pembangunan fondasi tower darurat akan membutuhkan waktu lebih lama, sehingga kami memilih solusi yang tetap aman agar pemulihan dapat terus berjalan,” ujar Darmawan.
Dengan tersambungnya kembali interkoneksi Sumatra–Aceh melalui inovasi penggunaan crane sebagai tower darurat, PLN mulai menyalurkan listrik secara bertahap ke jaringan distribusi di seluruh Aceh.
Baca juga: PLN Kerahkan 1.476 Personel untuk Pulihkan Listrik Aceh Setelah Banjir
“Pada proses ini, kami lakukan secara bertahap dan hati-hati untuk menjaga keselamatan masyarakat, khususnya di wilayah yang masih terdampak genangan air atau lumpur,” tambahnya.
Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN, Edwin Putra Nugraha, menegaskan bahwa pemanfaatan crane sebagai tower darurat menjadi pendekatan teknis sementara agar jalur transmisi dapat kembali berfungsi tanpa menunggu kondisi lapangan pulih sepenuhnya. Seluruh proses dilakukan dengan pengujian teknis dan pengawasan ketat untuk memastikan keselamatan sistem serta area sekitar pekerjaan.
“Setiap langkah percepatan yang kami lakukan harus tetap mengutamakan keandalan sistem dan keselamatan seluruh pihak. Karena itu, tiap keputusan teknis diambil secara cepat dan berdasarkan pengujian di lapangan,” jelas Edwin.
Ia menambahkan bahwa penggunaan crane bersifat sementara. Setelah kondisi tanah membaik dan akses kerja pulih, PLN akan melanjutkan pembangunan tower transmisi permanen sesuai standar ketenagalistrikan guna menjamin keandalan pasokan listrik jangka panjang.
“Kami akan terus berupaya maksimal di lapangan hingga pemulihan kelistrikan Aceh benar-benar tuntas dan pasokan listrik bagi seluruh masyarakat kembali andal,” tutup Edwin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: PLN