Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 31 MARET 2026 • 05:59 WIB

Ancaman Digital ke Mental Health? USK Gandeng Pakar Internasional Cari Solusi

Ancaman Digital ke Mental Health? USK Gandeng Pakar Internasional Cari SolusiDiskusi hangat para pakar internasional dalam seminar kesehatan mental di Fakultas Kedokteran USK, membahas tantangan era digital. (Dok : USK)

ACEH - Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Fakultas Kedokteran menggelar seminar internasional bertajuk “International Seminar for Mental Health and Social Wellbeing Issues in Digital Era”. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Gedung D Fakultas Kedokteran USK, Banda Aceh, Jumat (27/3/2026).

Seminar ini menghadirkan tiga pakar internasional sebagai pembicara utama, yakni Shr-Jie Sharlenna Wang, Ph.D. dari DIGNITY – Danish Institute Against Torture, Denmark; Sabrina Arredondo Mattson, Ph.D. dari Center for the Study and Prevention of Violence (CSPV), University of Colorado Boulder, Amerika Serikat; serta Morten Koch Andersen, Ph.D., Director of Research and Education dari Raoul Wallenberg Institute of Human Rights and Humanitarian Law.

Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi akademisi, praktisi, serta pembuat kebijakan untuk mendiskusikan tantangan kesehatan mental dan kesejahteraan sosial yang kian kompleks di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Acara dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik USK, Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si., IPU. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kemajuan teknologi tidak hanya membawa peluang, tetapi juga menghadirkan risiko baru terhadap kesejahteraan sosial, khususnya bagi kelompok rentan.

“Tantangan ini menuntut pendekatan yang terpadu dan lintas disiplin. Kesehatan mental tidak lagi bisa dianggap sebagai isu sampingan, melainkan menjadi pilar utama dalam membangun sistem kesehatan masyarakat yang tangguh dan berkelanjutan,” ujar Agussabti.

Ia juga menyampaikan bahwa inisiatif penelitian tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat Center for Mental Health and Social Wellbeing Research (CMHS) di USK yang direncanakan akan segera diresmikan. Pusat riset ini diharapkan menjadi platform unggulan dalam pengembangan penelitian interdisipliner, advokasi kebijakan, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Baca juga: USK dan Kyoto University Luncurkan Buku MemoryGraph, Jaga Kenangan Tsunami Aceh

Pada kesempatan itu, Agussabti turut mengapresiasi tim peneliti USK yang dikoordinasikan oleh Rina Suryani Oktari dan Haiyun Nisa selaku Co-Principal Investigators atas dedikasi serta peran strategis mereka dalam menginisiasi kolaborasi internasional tersebut.

Seminar ini merupakan bagian dari penelitian kolaboratif lintas negara dan multi-tahun yang telah dimulai sejak 2019. Kolaborasi tersebut melibatkan Fakultas Kedokteran USK bersama sejumlah mitra internasional, seperti University of Copenhagen dan Universitas Indonesia.

Dalam sesi pemaparan, Shr-Jie Sharlenna Wang menyoroti keterkaitan antara urbanisasi dan kesehatan masyarakat di wilayah perkotaan (urban health). Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan kota yang pesat serta transformasi digital turut memengaruhi kesejahteraan sosial, termasuk akses terhadap layanan kesehatan mental bagi kelompok marginal.

Sementara itu, Sabrina Arredondo Mattson membahas strategi pencegahan kekerasan berbasis data melalui program Safe Communities Safe Schools (SCSS). Ia menjelaskan bahwa model identifikasi risiko kekerasan sejak dini dapat diadaptasi dalam konteks Indonesia guna menciptakan lingkungan sekolah dan komunitas yang lebih aman.

Melengkapi perspektif tersebut, Morten Koch Andersen yang hadir secara virtual memaparkan analisis jaringan sosial serta pengaruh teman sebaya dalam tindak pidana terorisme di Indonesia. Ia menekankan pentingnya memahami dinamika sosial tersebut sebagai bagian dari upaya pencegahan di era digital yang semakin kompleks.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: USK

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Ancaman Digital ke Mental Health? USK Gandeng Pakar Internasional Cari Solusi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!