Minggu, 14 JUNI 2026 • 00:14 WIB

Aceh Berduka, Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah Wafat Setelah Dirawat di RSUDZA

Author

Mantan Gubernur Aceh dr. Zaini Abdullah atau Abu Doto meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. (Dok : Dita Alangkara/CIFOR)
ACEH -
Mantan Gubernur Aceh periode 2012–2017, dr. Zaini Abdullah, meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Sabtu (13/6/2026).

Tokoh yang akrab disapa Abu Doto itu sebelumnya dirawat akibat kondisi kesehatannya yang terus menurun. Selama menjalani perawatan, tim medis RSUDZA memberikan penanganan dan pemantauan secara intensif terhadap kondisi almarhum.

Kondisi kesehatan Zaini Abdullah menjadi perhatian berbagai kalangan dalam beberapa waktu terakhir. Sejumlah tokoh Aceh, kerabat, dan keluarga diketahui turut memantau perkembangan kesehatannya selama berada di rumah sakit.

Kabar wafatnya mantan orang nomor satu di Aceh tersebut dengan cepat menyebar dan mengundang duka mendalam dari berbagai elemen masyarakat. Ucapan belasungkawa mengalir dari tokoh masyarakat, pejabat pemerintahan, akademisi, hingga masyarakat umum yang mengenang jasa dan pengabdian almarhum untuk Aceh.

Zaini Abdullah merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah Aceh modern. Selain dikenal sebagai seorang dokter, ia juga memiliki peran besar dalam perjalanan perdamaian Aceh. Almarhum pernah menjabat sebagai Menteri Kesehatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan menjadi bagian dari delegasi yang terlibat dalam perundingan damai antara Pemerintah Republik Indonesia dan GAM di Helsinki, Finlandia.

Baca juga: MPU Aceh Utara Resmi Buka PKU Angkatan X, Cetak Kader Ulama Muda Berkualitas

Kesepakatan damai yang lahir melalui MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005 menjadi tonggak penting berakhirnya konflik berkepanjangan di Aceh. Nama Zaini Abdullah tercatat sebagai salah satu tokoh yang berkontribusi dalam proses tersebut.

Setelah perdamaian tercapai, Zaini Abdullah melanjutkan pengabdiannya melalui jalur pemerintahan. Bersama Muzakir Manaf, ia memenangkan Pemilihan Gubernur Aceh tahun 2012 dan memimpin Aceh hingga tahun 2017.

Selama masa kepemimpinannya, berbagai program pembangunan daerah, penguatan implementasi perdamaian, serta upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat menjadi bagian dari agenda pemerintahannya.

Kepergian Abu Doto meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Aceh. Sosoknya akan dikenang sebagai dokter, tokoh perjuangan, perunding damai, dan pemimpin yang turut mewarnai perjalanan Aceh pascakonflik.

Hingga saat ini, keluarga, sahabat, dan masyarakat terus berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa serta mendoakan almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU