Minggu, 26 JULI 2026 • 23:59 WIB

Perhiptani Aceh Resmi Dikukuhkan, 450 Penyuluh Siap Genjot Produktivitas Pertanian

Author

Sebanyak 450 penyuluh pertanian dari 23 kabupaten/kota di Aceh resmi dikukuhkan dalam kepengurusan Perhiptani di BLPP Saree, Aceh Besar. (Dok : MC Aceh Besar)
ACEH -
Sebanyak 450 penyuluh pertanian dari 23 kabupaten/kota di Aceh mengikuti pengukuhan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) Provinsi Aceh serta Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perhiptani kabupaten/kota se-Aceh. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Latihan Pegawai Pertanian (BLPP) Saree, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (25/7/2026).

Usai prosesi pengukuhan, kegiatan dilanjutkan dengan lokakarya metode tanam PMAAS yang diikuti seluruh peserta. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang pertanian sekaligus memperkuat peran penyuluh dalam mendorong peningkatan produktivitas pertanian dan percepatan swasembada pangan di Aceh.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Besar, Imam Munandar, S.TP., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pengukuhan pengurus DPW Perhiptani Provinsi Aceh dan DPD Perhiptani dari seluruh kabupaten/kota di Aceh. Menurutnya, momentum tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat organisasi profesi penyuluh pertanian sebagai mitra pemerintah untuk mendorong pembangunan sektor pertanian.

“Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus Perhiptani yang baru dikukuhkan. Kami berharap Perhiptani terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong kemajuan pertanian serta meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh Aceh,” kata Imam.

Ia menjelaskan, sektor pertanian masih menjadi salah satu prioritas pembangunan di Aceh Besar karena berperan sebagai penopang ketahanan pangan sekaligus sumber penghidupan masyarakat. Oleh sebab itu, keberhasilan pembangunan pertanian sangat bergantung pada peran penyuluh dalam mendampingi petani menerapkan inovasi dan meningkatkan hasil produksi.

Imam juga mengajak seluruh jajaran Perhiptani untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta para petani agar berbagai program pembangunan pertanian dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

“Kami mengajak seluruh pengurus Perhiptani untuk terus bersinergi dengan pemerintah dan para petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Dengan kolaborasi yang kuat, kami optimistis cita-cita mewujudkan swasembada pangan, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan perekonomian masyarakat dapat tercapai,” ujarnya.

Baca juga: Mahasiswa USK Luncurkan DaurTani, Platform AI yang Hubungkan Petani dengan Industri

Sementara itu, Ketua Umum DPP Perhiptani, Dr. Ir. H. Isran Noor, M.Si., menegaskan bahwa Perhiptani harus menjadi organisasi profesi yang mampu meningkatkan kapasitas penyuluh sekaligus menjadi motor penggerak transformasi sektor pertanian nasional. Menurutnya, tantangan pertanian saat ini menuntut penyuluh untuk terus meningkatkan kompetensi, menguasai teknologi, serta menghadirkan inovasi yang dapat diterapkan langsung oleh petani di lapangan.

“Pengurus yang baru dikukuhkan harus menjadikan Perhiptani sebagai organisasi yang aktif, profesional, dan mampu menjawab kebutuhan petani. Penyuluh pertanian merupakan ujung tombak pembangunan pertanian, sehingga kompetensi dan semangat pengabdiannya harus terus ditingkatkan demi menjaga ketahanan dan kelangsungan pangan nasional,” ujar Isran Noor.

Ia menambahkan, pelaksanaan lokakarya metode tanam PMAAS menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas penyuluh pertanian. Dengan peningkatan kompetensi tersebut, berbagai inovasi diharapkan dapat diterapkan secara lebih luas sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung kesejahteraan petani di Aceh.

Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat soliditas para penyuluh pertanian di Aceh sekaligus menegaskan komitmen bersama dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penerapan inovasi pertanian yang berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: MC Aceh Besar

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU